Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Betung–Jambi Seksi 1B Dikebut, Investasi Rp 3,38 Triliun Perkuat Konektivitas Trans Sumatera

Ali Sodiqin • Jumat, 23 Januari 2026 | 12:30 WIB

Proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi seksi 2B.
Proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi seksi 2B.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi Seksi 1B terus dikebut sebagai bagian dari upaya percepatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Ruas ini merupakan segmen penting dalam koridor Betung (SP Sekayu) – Tempino – Jambi, jalur yang selama ini dikenal sebagai urat nadi pergerakan logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera bagian selatan.

Proyek Tol Betung–Jambi Seksi 1B termasuk dalam kategori pembangunan jalan dan jembatan strategis nasional.

Pekerjaannya telah dimulai sejak 2024 dan hingga kini masih berada dalam tahap konstruksi.

Dengan panjang mencapai 31,58 kilometer dan nilai investasi sekitar Rp 3,38 triliun, ruas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas baru antarwilayah.

Peran Krusial dalam Jaringan JTTS

Sebagai salah satu segmen awal pada jaringan Tol Betung–Jambi, Seksi 1B memiliki peran vital dalam mendukung integrasi Jalan Tol Trans Sumatera secara menyeluruh.

Kehadiran ruas ini diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas Jalur Lintas Timur Sumatera, yang selama ini menjadi jalur utama angkutan barang dan penumpang.

Kondisi jalur nasional tersebut kerap diwarnai kemacetan, antrean kendaraan berat, serta keterbatasan kapasitas jalan.

Dengan beroperasinya tol ini nantinya, arus kendaraan logistik dan perjalanan antarwilayah menuju Jambi diperkirakan akan lebih lancar dan efisien.

Pangkas Waktu Tempuh dan Biaya Logistik

Tol Betung–Jambi Seksi 1B diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan.

Efisiensi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap penurunan biaya logistik antarprovinsi di Sumatera bagian selatan.

Bagi pelaku usaha, kelancaran distribusi barang menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing.

Tol ini diharapkan mampu mempercepat pergerakan hasil pertanian, perkebunan, dan komoditas unggulan lainnya dari Sumatera Selatan menuju Jambi dan wilayah sekitarnya.

Pemicu Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Baru

Berdasarkan pengalaman pengoperasian sejumlah ruas JTTS sebelumnya, kehadiran jalan tol kerap memicu munculnya kawasan ekonomi baru.

Mulai dari pusat logistik, kawasan industri, hingga pertumbuhan sektor jasa dan permukiman di sekitar pintu tol.

Efek domino tersebut diperkirakan juga akan dirasakan di sepanjang trase Tol Betung–Jambi Seksi 1B.

Wilayah Jambi dan daerah penyangga di Sumatera Selatan yang dilintasi proyek ini berpotensi mengalami peningkatan aktivitas ekonomi seiring dengan membaiknya aksesibilitas dan konektivitas.

Butuh Pengawasan Ketat

Meski progres pembangunan masih berjalan, proyek bernilai triliunan rupiah ini memerlukan pengawasan ketat dan berkelanjutan.

Hal tersebut penting agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal, sekaligus memastikan kualitas konstruksi memenuhi standar keselamatan dan layanan.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur strategis seperti Tol Betung–Jambi Seksi 1B harus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.

Lebih dari sekadar infrastruktur penghubung, Tol Betung–Jambi Seksi 1B diyakini akan menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi serta memperkuat posisi Jalur Trans Sumatera sebagai urat nadi pergerakan ekonomi regional di masa mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #tol betung #jambi #tol trans sumatera