RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) terus menunjukkan progres signifikan.
Salah satu ruas penting, yakni seksi 3 Paiton–Besuki, kini telah rampung dan tersambung hingga wilayah Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Meski jalur tol tersebut melintasi kawasan yang selama ini dikenal memiliki potensi wisata alam, pelaksana proyek optimistis keberadaan tol justru akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata lokal.
Wilayah Banyuglugur yang berada di ujung barat Kabupaten Situbondo diyakini tetap, bahkan semakin, diminati wisatawan.
Pelaksana proyek Tol Prosiwangi, PT Waskita Karya, menilai akses jalan tol akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata unggulan yang ada di Banyuglugur.
“Kami optimistis keberadaan jalan tol Probolinggo–Banyuwangi akan meningkatkan pariwisata dan memudahkan masyarakat menuju berbagai destinasi wisata dari Probolinggo hingga Banyuwangi,” tulis akun Instagram resmi @waskita_infra2division, Senin (19/2).
Banyuglugur Punya Potensi Wisata Besar
Selama ini, Kecamatan Banyuglugur dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang cukup populer, terutama wisata pantai dan air terjun.
Beberapa di antaranya adalah Tampora Beach, Pantai Utama Raya, hingga Air Terjun Bukit Talempong yang menawarkan panorama alam khas pesisir dan perbukitan Situbondo.
Keberadaan tol yang melintas di wilayah tersebut sempat memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat, terutama terkait dampak terhadap aktivitas wisata dan ekonomi lokal.
Namun pihak pelaksana proyek menegaskan bahwa tol tidak akan mematikan potensi tersebut.
Sebaliknya, tol diyakini akan membuka akses yang lebih cepat dan nyaman bagi wisatawan dari berbagai daerah, termasuk dari Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Komitmen Bantu Warga Terdampak
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, PT Waskita Karya juga menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat yang terdampak pembangunan tol, khususnya warga Banyuglugur yang memiliki potensi wisata.
Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyasar penguatan promosi pariwisata lokal.
Dukungan tersebut antara lain berupa pembuatan branding destinasi, identitas visual, hingga video promosi wisata pantai di Banyuglugur.
“Dukungan ini kami berikan sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata pantai Banyuglugur agar semakin dikenal luas,” lanjut keterangan resmi Waskita.
Harapan Dongkrak Ekonomi Lokal
Dengan selesainya seksi Paiton–Besuki dan tersambung hingga Banyuglugur, masyarakat berharap dampak ekonomi dari Tol Prosiwangi bisa segera dirasakan.
Mulai dari meningkatnya jumlah kunjungan wisata, tumbuhnya UMKM lokal, hingga terbukanya peluang usaha baru di sektor pariwisata dan jasa.
Tol Prosiwangi sendiri dirancang sebagai penghubung utama kawasan tapal kuda Jawa Timur hingga Banyuwangi sebagai gerbang penyeberangan ke Bali.
Ke depan, keberadaan tol ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Situbondo, termasuk Banyuglugur yang selama ini menyimpan potensi besar namun belum tergarap optimal.
Dengan akses yang semakin terbuka, Banyuglugur kini bersiap menjadi salah satu titik singgah wisata baru di jalur timur Jawa Timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin