RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan bahwa banjir yang melanda wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional kereta barang.
Meski cuaca ekstrem memengaruhi layanan kereta api secara umum, jalur distribusi logistik utama dipastikan tetap terkendali.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga saat ini operasional kereta barang masih berjalan dengan baik.
Ia menegaskan tidak terdapat gangguan penting yang berpotensi menghambat distribusi logistik nasional, khususnya untuk relasi Kalimas–Tanjung Priok.
Menurut Bobby, KAI terus melakukan koordinasi intensif dengan para mitra, terutama pelanggan angkutan logistik, guna memastikan penanganan dampak banjir berjalan optimal serta distribusi barang tetap lancar.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keandalan transportasi barang meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Namun demikian, KAI mengakui bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, ditambah kondisi tanggul jebol dan air pasang, berdampak pada layanan kereta api penumpang.
Sejumlah perjalanan mengalami pembatalan dan keterlambatan, khususnya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan kompensasi berupa pengembalian tiket atau refund secara penuh bagi penumpang yang perjalanannya dibatalkan.
Pengembalian dana tersebut dapat dilakukan melalui tiga kanal resmi, yakni loket stasiun, layanan pelanggan KAI 121, serta aplikasi Access by KAI.
Dalam periode long weekend 16–18 Januari 2026, KAI mencatat sebanyak 258 ribu tempat duduk telah terjual.
Dari jumlah tersebut, sekitar 18 ribu penumpang mengajukan pengembalian tiket akibat dampak banjir di Pekalongan.
Sebelumnya, KAI terpaksa membatalkan 82 perjalanan kereta api penumpang di wilayah Daop 4 Semarang.
Selain itu, tercatat 16 perjalanan kereta barang terdampak pembatalan, serta 76 perjalanan kereta lainnya mengalami keterlambatan.
Gangguan awal terjadi di kilometer 88+4/8 lintas antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri.
Pada 17 Januari 2026, KAI melakukan upaya pemulihan dengan mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur dapat kembali dilewati.
Namun, kondisi kembali memburuk pada malam harinya akibat luapan dua sungai yang mengapit jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100, antara Stasiun Pekalongan dan Sragi.
KAI menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan percepatan pemulihan prasarana demi menjaga keselamatan perjalanan serta keberlangsungan layanan kereta api di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Editor : Lugas Rumpakaadi