RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang terus mengintensifkan upaya normalisasi jalur kereta api di wilayah Pekalongan yang terdampak banjir selama dua hari terakhir.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan medan kerja yang berat, KAI Daop 4 Semarang tidak hanya berfokus pada percepatan perbaikan prasarana, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan fisik dan mental para petugas yang bekerja di lapangan.
Tantangan Normalisasi di Tengah Cuaca Ekstrem
Proses normalisasi jalur kereta api di area terdampak banjir bukanlah pekerjaan ringan.
Genangan air yang masih tersisa serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi ratusan petugas prasarana.
Mereka harus bekerja dengan kehati-hatian tinggi demi memastikan jalur kembali aman untuk dilalui kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman, menyampaikan bahwa perusahaan memahami beratnya tugas para petugas yang harus bekerja di tengah genangan air.
Oleh karena itu, KAI menerapkan sistem manajemen kesehatan yang ketat guna menjaga kondisi petugas tetap prima selama proses normalisasi berlangsung.
Sistem Shift Pendek untuk Cegah Kelelahan
Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengaturan sistem kerja bergiliran dengan durasi shift yang lebih pendek.
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah kelelahan ekstrem, terutama bagi petugas yang ditempatkan di titik-titik dengan kondisi banjir paling parah.
Dengan sistem ini, para petugas tetap dapat bekerja secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan pribadi.
KAI Daop 4 Semarang memastikan bahwa setiap personel mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum kembali bertugas di lapangan.
Dukungan Medis dan Nutrisi di Lokasi Kerja
Selain pengaturan jam kerja, KAI Daop 4 Semarang juga mengerahkan Tim Kesehatan KAI untuk bersiaga langsung di lapangan.
Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, memberikan vitamin, serta memastikan pemenuhan asupan nutrisi yang memadai bagi para petugas.
Langkah ini dinilai penting mengingat aktivitas fisik yang tinggi serta risiko kesehatan akibat paparan air dan cuaca ekstrem.
Dengan dukungan medis yang memadai, diharapkan para petugas dapat menjalankan tugasnya dengan kondisi tubuh yang tetap terjaga.
Perhatian pada Kesehatan Mental Petugas
Tidak hanya kesehatan fisik, aspek psikologis petugas juga menjadi perhatian utama.
Kehadiran para pimpinan KAI Daop 4 Semarang di lokasi kerja menjadi bentuk dukungan moral yang signifikan.
Para pimpinan secara langsung memberikan motivasi dan semangat kepada petugas agar tetap optimis dan fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.
Menurut Luqman, dukungan psikologis ini penting untuk menjaga stabilitas mental petugas yang bekerja siang dan malam di bawah tekanan waktu dan kondisi alam yang menantang.
Progres Normalisasi dan Imbauan kepada Masyarakat
Hingga saat ini, proses penguatan badan jalan rel terus dilakukan dengan menambah material pemberat berupa balas serta melakukan penyedotan debit air menggunakan pompa berkapasitas tinggi.
Upaya ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan jalur agar kembali aman digunakan.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa kereta api untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi perusahaan.
Informasi terkini sangat penting agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi operasional yang ada.
Komitmen terhadap Keselamatan dan Pelayanan
“Prioritas kami adalah memastikan jalur kembali aman digunakan dalam waktu singkat tanpa mengesampingkan keselamatan dan kesejahteraan petugas kami yang bekerja siang-malam. Kami juga berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi penumpang KA yang perjalanannya terganggu,” ujar Luqman.
Melalui langkah-langkah terukur dan berorientasi pada keselamatan, KAI Daop 4 Semarang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keandalan transportasi kereta api, sekaligus menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas utama.
Editor : Lugas Rumpakaadi