RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto membatalkan perjalanan Kereta Api (KA) Kamandaka dan KA Purwojaya akibat banjir yang meluas di sejumlah titik lintasan.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu keselamatan serta kelancaran operasional perjalanan kereta api di wilayah kerja KAI.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa hingga saat ini banjir di wilayah operasional KAI menunjukkan peningkatan, khususnya di area kerja Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Dampak tersebut berpengaruh langsung terhadap pola operasi perjalanan kereta api lintas daerah.
Menurut As’ad, curah hujan yang tinggi disertai genangan air di jalur rel menyebabkan beberapa lintasan belum dapat dilalui secara aman.
Oleh karena itu, KAI terus melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis menyeluruh untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
Keselamatan perjalanan dan pelanggan, lanjutnya, menjadi prioritas utama perusahaan.
Seiring bertambahnya titik banjir dan meningkatnya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi.
Langkah tersebut meliputi pengalihan rute perjalanan, pembatasan kecepatan kereta, hingga pembatalan perjalanan guna menghindari risiko keselamatan.
Dalam upaya penanganan, KAI mengerahkan petugas prasarana dan sarana untuk melakukan normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan instansi teknis terkait dalam menangani dampak banjir di sekitar jalur kereta api.
Berdasarkan evaluasi operasional terbaru, KAI Daop 5 Purwokerto memutuskan membatalkan perjalanan KA Kamandaka relasi Semarang Tawang–Purwokerto pulang pergi (PP) dan KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap PP untuk keberangkatan Minggu (18/1/2026).
Pembatalan dilakukan karena tingkat keterlambatan yang sangat tinggi serta kondisi lintasan yang belum memungkinkan untuk dilalui secara aman.
Selain pembatalan, KAI juga memberlakukan pola operasi memutar bagi sejumlah kereta api.
Untuk kereta bernomor ganjil dari arah timur, seperti KA Argo Bromo Anggrek, KA Sembrani, dan KA Pandalungan, perjalanan dialihkan melalui lintas Semarang Tawang–Brumbung–Gundih–Solo Balapan–Kroya–Cirebon.
Sementara itu, kereta bernomor genap dari arah barat, seperti KA Anggrek, KA Pandalungan, KA Jayabaya, dan KA Sembrani, memutar melalui lintas Cirebon atau Tegal–Prupuk–Kroya–Solo Balapan–Gundih–Brumbung–Semarang Tawang.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI menyiapkan pemulihan layanan atau service recovery bagi pelanggan yang terdampak.
Perusahaan memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengembalian bea tiket dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan.
Pelanggan dapat mengajukan pengembalian melalui loket Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap, dan Kutoarjo, serta melalui Contact Center 121, termasuk layanan panggilan dan VOIP pada aplikasi Access by KAI.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat seiring perkembangan penanganan di lapangan.
Perusahaan juga mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Editor : Lugas Rumpakaadi