RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan bahwa sejumlah perjalanan kereta api (KA) tujuan Surabaya dan Malang mengalami keterlambatan kedatangan.
Kondisi ini disebabkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Pekalongan, Daop 4 Semarang, dan berdampak langsung pada jalur utara perkeretaapian.
Penyebab Keterlambatan Kereta Api
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pekalongan menyebabkan genangan air di beberapa titik jalur rel utara.
Demi menjaga keselamatan operasional, PT KAI melakukan rekayasa pola perjalanan, termasuk pembatasan kecepatan dan pengaturan ulang operasional kereta api yang melintas di wilayah terdampak.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa langkah tersebut wajib dilakukan meskipun berdampak pada penambahan waktu tempuh perjalanan.
“Aspek keselamatan menjadi kunci penting dalam perjalanan kereta api. Setiap jalur yang terdampak cuaca ekstrem harus melalui pemeriksaan dan pemantauan secara intensif,” ujar Mahendro.
Daftar Kereta Api yang Mengalami Keterlambatan
Hingga pukul 07.30 WIB, tercatat tiga perjalanan kereta api menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan, dengan estimasi keterlambatan antara 200 hingga 300 menit.
Kereta api tersebut meliputi:
- KA Argo Anjasmoro relasi Gambir – Surabaya Pasarturi
- KA Harina relasi Bandung – Surabaya Pasarturi
- KA Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang
Dua KA terlambat tiba di Stasiun Surabaya Pasarturi, sementara satu KA lainnya terlambat tiba di Stasiun Malang.
Keberangkatan dari Surabaya dan Malang Tetap Tepat Waktu
Di sisi lain, PT KAI Daop 8 Surabaya memastikan bahwa seluruh keberangkatan KA dari wilayahnya berjalan normal.
Hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 18 perjalanan kereta api berangkat tepat waktu, dengan rincian:
- 7 KA dari Stasiun Surabaya Pasarturi
- 6 KA dari Stasiun Surabaya Gubeng
- 5 KA dari Stasiun Malang
Langkah Antisipasi dan Pemulihan Layanan
PT KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan koordinasi lintas unit untuk mempercepat normalisasi perjalanan seiring membaiknya kondisi cuaca.
Selain itu, KAI juga menjalin komunikasi intensif dengan BMKG guna memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini sebagai dasar langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI telah memberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi penumpang terdampak.
Komitmen KAI terhadap Keselamatan Penumpang
PT KAI menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi operasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan akibat dampak cuaca ekstrem yang mengakibatkan keterlambatan kedatangan kereta api,” pungkas Mahendro.
Editor : Lugas Rumpakaadi