Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kemensos Siapkan Skema Bansos Adaptif Kebencanaan Rp 2 Triliun, Rp 600 Miliar Siap Disalurkan

Ali Sodiqin • Senin, 12 Januari 2026 | 13:00 WIB

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul.

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema bantuan sosial (bansos) adaptif kebencanaan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 2 triliun.

Dari total kebutuhan tersebut, dana lebih dari Rp 600 miliar telah siap disalurkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Gus Ipul menjelaskan, Kemensos telah melakukan simulasi kebutuhan anggaran bansos adaptif kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari santunan bagi ahli waris korban meninggal, korban luka, hingga dukungan jaminan hidup dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kami sudah simulasi, kita sudah siapkan dana-dananya. Untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka ada Rp 17 miliar lebih. Untuk kebutuhan jaminan hidup lebih dari Rp 326 miliar, kemudian isian hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sudah kami siapkan Rp 169 miliar, serta pemberdayaan ekonomi Rp 141 miliar,” ujar Gus Ipul.

Meski demikian, ia mengakui bahwa total kebutuhan anggaran berdasarkan simulasi tersebut mencapai sekitar Rp 2 triliun.

Namun, pada tahap awal, dana yang telah siap untuk segera disalurkan saat ini baru mencapai lebih dari Rp 600 miliar.

“Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp 600 miliar,” tambahnya.

Gus Ipul mengatakan, rincian kebutuhan dan kesiapan anggaran tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Keuangan.

Selanjutnya, Kemensos juga akan mengajukan permohonan persetujuan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

“Kami sudah lapor kepada Kementerian Keuangan, nanti memohon persetujuan Pak Mendagri. Insyaallah pada tahap berikutnya akan dicukupi kebutuhan-kebutuhan dana untuk bansos adaptif kebencanaan,” jelasnya.

Selain bantuan tunai dan jaminan hidup, Kemensos juga menyiapkan bantuan khusus bagi keluarga korban bencana yang menempati hunian sementara maupun hunian tetap.

Setiap keluarga akan mendapatkan bantuan isian rumah senilai Rp 3 juta.

“Untuk keluarga yang tinggal di hunian sementara atau hunian tetap, yaitu untuk isian rumah Rp 3 juta,” kata Gus Ipul.

Tak hanya itu, Kemensos juga menyiapkan dukungan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak bencana guna mempercepat pemulihan pascakejadian.

Bantuan pemberdayaan ekonomi tersebut akan diberikan berdasarkan hasil asesmen lapangan.

“Nanti ditindaklanjuti dengan dukungan pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, tentu nanti berdasarkan hasil asesmen sebesar Rp 5 juta per keluarga,” lanjutnya.

Dalam rangka menjamin kebutuhan dasar korban bencana, Kemensos juga memberikan bantuan jaminan hidup berupa uang makan. Bantuan tersebut akan disalurkan selama tiga bulan kepada setiap keluarga terdampak.

“Sementara ada dukungan jaminan hidup untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp 450 ribu per bulan per orang selama tiga bulan,” tutur Gus Ipul.

Dengan skema bansos adaptif kebencanaan ini, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa transisi menuju pemulihan ekonomi dan sosial. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kemensos #Bansos Adaptif Kebencanaan #gus ipul #Rp 600 miliar