RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Sumatera Barat.
Kali ini, getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, hingga sejumlah daerah sekitarnya, Minggu pagi (28/12/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 09.11.34 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,6 hingga 4,7.
Berdasarkan data awal BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 17–19 kilometer timur laut Agam dan barat daya Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.
Dalam rilis resmi BMKG yang disampaikan melalui akun X (Twitter), gempa memiliki koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,10–100,11 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman tersebut mengindikasikan gempa tergolong dangkal.
“#Gempa Mag:4.6–4.7, 28-Dec-2025 09:11:34 WIB, Lok: 0.17 LS, 100.10 BT (sekitar 17 km Timur Laut Agam, Sumatera Barat), kedalaman 10 km,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang BMKG, Suaidi Ahadi, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa bumi tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kajai–Talamau.
Meski dirasakan cukup luas, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Gempa tektonik magnitudo 4,7 yang terjadi pada pukul 09.11 WIB tidak berpotensi tsunami,” tegas Suaidi di Padang, Minggu.
Berdasarkan analisis peta guncangan BMKG, getaran gempa dirasakan pada skala III–IV MMI di wilayah Agam dan Kota Bukittinggi.
Pada skala ini, getaran dirasakan jelas di dalam rumah, seolah ada truk besar yang melintas, dan beberapa benda ringan tampak bergoyang.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kota Padang Panjang, hingga Kota Payakumbuh merasakan guncangan pada skala II–III MMI.
Getaran dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama di dalam bangunan bertingkat.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa bumi susulan (aftershock) hingga pukul 09.33 WIB dengan magnitudo yang hampir serupa.
Meski demikian, aktivitas susulan tersebut tidak menimbulkan dampak lanjutan yang signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Aktivitas masyarakat di sejumlah daerah sempat terhenti sesaat, namun berangsur kembali normal setelah situasi dinyatakan aman.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. Pastikan bangunan tempat tinggal cukup aman dan ikuti informasi resmi dari BMKG,” pesan BMKG.
Gempa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Sumatera Barat berada di zona rawan gempa, sehingga kesiapsiagaan dan edukasi mitigasi bencana tetap perlu ditingkatkan. (*)
Editor : Ali Sodiqin