RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang 62 kilometer terus dikebut.
Meski masih berada dalam tahap konstruksi, perkembangan di sejumlah paket pekerjaan menunjukkan progres yang cukup signifikan dan mendekati tahap penyelesaian.
Tol Japek II Selatan dirancang menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) di kawasan Jati Asih, Bekasi, hingga terkoneksi dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta.
Kehadiran ruas baru ini diharapkan menjadi jalur alternatif strategis menuju wilayah Jawa Barat dari sisi selatan, sekaligus mengurangi kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek eksisting.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 26 Desember 2025 Bergerak Beragam, Ini Daftar Lengkapnya
Berdasarkan laporan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (27/9/2025), progres pembangunan Tol Japek II Selatan terbagi dalam beberapa paket dengan capaian yang bervariasi, baik dari sisi konstruksi maupun pembebasan lahan.
Untuk Paket 1 ruas Jati Asih–Setu sepanjang 7,25 kilometer, progres pembebasan lahan baru mencapai 10,22 persen.
Meski demikian, ruas ini dinilai sangat penting karena menjadi penghubung awal integrasi jaringan tol di kawasan selatan Jakarta dan sekitarnya.
Sementara itu, Paket 2A Setu–Sukaragam dengan panjang 10,50 kilometer menunjukkan perkembangan lebih pesat.
Hingga kini, progres konstruksinya telah mencapai 65,98 persen, sedangkan pembebasan lahan tercatat sebesar 83,89 persen.
Baca Juga: Kisah Peni Prayekti, Ibu Rumah Tangga Banjarnegara Sukses Bangun Ekonomi Desa Lewat BRILink Agen
Ruas ini menjadi salah satu tulang punggung konektivitas menuju wilayah Kabupaten Bekasi bagian selatan.
Untuk Paket 2B Sukaragam–Bojongmangu sepanjang 13 kilometer, progres pembebasan lahan hampir rampung, yakni mencapai 99,05 persen.
Adapun pekerjaan konstruksinya telah terealisasi sebesar 62,04 persen. Capaian tersebut membuat paket ini termasuk salah satu segmen dengan kesiapan tertinggi dalam keseluruhan proyek.
Adapun paket terakhir, yakni Paket 3 Bojongmangu–Sadang sepanjang 31,25 kilometer, juga menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada segmen sepanjang 8,50 kilometer, progres konstruksi telah mencapai 92,88 persen, sedangkan pembebasan lahan berada di angka 98,79 persen.
Ruas ini menjadi penghubung langsung menuju Tol Purbaleunyi di wilayah Sadang, Purwakarta.
Baca Juga: UMK Jawa Tengah 2026 Resmi Ditetapkan, Kota Semarang Tertinggi Rp 3,7 Juta, Purworejo Terendah
Jika seluruh seksi telah beroperasi penuh, Tol Japek II Selatan diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Purwakarta dan sekitarnya secara signifikan.
Dengan kecepatan rencana rata-rata sekitar 80 kilometer per jam, perjalanan Jakarta–Bandung diperkirakan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 45 menit.
Tol ini juga akan dilengkapi dengan tujuh gerbang tol yang melayani arus lalu lintas, yakni Gerbang Tol Jati Asih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang.
Keberadaan gerbang-gerbang tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat distribusi logistik antardaerah.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 14,69 triliun dan masa konsesi selama 35 tahun, Jalan Tol Japek II Selatan menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah.
Selain mempercepat konektivitas, tol ini juga diyakini mampu mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, hingga sektor pariwisata di sepanjang koridornya.
BPJT menyebutkan bahwa sebagian ruas Tol Japek II Selatan bahkan telah difungsikan secara terbatas saat periode Lebaran 2025 untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Ke depan, percepatan penyelesaian konstruksi terus dilakukan agar manfaat jalan tol ini dapat segera dirasakan secara penuh oleh masyarakat.
“Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan dibangun sebagai jalur alternatif menuju dan dari Jawa Barat hingga seterusnya, sekaligus untuk mendukung konektivitas antarwilayah. Saat ini beberapa seksi telah memasuki tahap konstruksi dan telah difungsikan secara terbatas. Kehadiran tol ini diharapkan memperlancar mobilitas serta mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridor tol,” tulis BPJT dalam keterangannya. (*)
Editor : Ali Sodiqin