RADARBANYUWANGI.ID - Proyek strategis nasional Jalan Tol Akses Patimban resmi memasuki tahap konstruksi.
PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) telah menetapkan kontraktor pelaksana untuk dua paket pekerjaan utama pembangunan jalan tol yang akan menjadi penghubung utama kawasan industri dengan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.
Dalam proyek tersebut, Paket I Jalan Tol Akses Patimban akan dikerjakan oleh konsorsium ADHI–NRC KSO, sedangkan Paket II digarap oleh KSO PP–HK–WIKA–Marga Konstruksi Nusantara.
Penetapan ini menandai langkah penting dalam percepatan konektivitas logistik menuju salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Greenland Jadi Rebutan Geopolitik, Denmark Tolak Klaim Amerika Serikat
Penandatanganan Surat Perjanjian Pekerjaan Jasa Konstruksi Jalan Tol Akses Patimban dilakukan oleh PT JAP bersama ADHI–NRC KSO dan Hutama Karya (HK) di Hotel Laska, Subang, Kamis (18/12/2025). Sejumlah petinggi perusahaan turut hadir dalam agenda tersebut.
Tampak hadir Direktur Utama PT Jasamarga Akses Patimban Victor Nazarenko, kuasa ADHI–NRC KSO Rony Kusumanegara, serta kuasa KSO PP–HK–WIKA–Marga Konstruksi Nusantara Yusdiantoro.
Corporate Secretary PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), Setiadi Djajasaputra, menjelaskan bahwa Tol Akses Patimban Paket I yang dikerjakan konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan NRCA memiliki panjang total 7,10 kilometer.
“Pembangunan Paket I direncanakan mulai pada kuartal I tahun 2026 dengan durasi pengerjaan selama 16 bulan,” kata Setiadi dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (22/12/2025).
Tol Paket I tersebut nantinya akan dilengkapi dengan Simpang Susun (interchange) Cipeundeuy.
Simpang susun ini akan menjadi penghubung strategis antara jalan tol dengan Kawasan Industri Subang Metropolitan, yang selama ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Barat.
Sementara itu, Paket II Jalan Tol Akses Patimban memiliki panjang 7,01 kilometer.
Ruas ini mencakup sejumlah infrastruktur pendukung penting, seperti Simpang Susun Bungur, overpass Waladin, underpass Sukamandi–Kalijati, overpass Babakan Laya, jembatan perlintasan saluran irigasi Tarum Timur, serta perlintasan rel kereta api.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menuturkan bahwa pembangunan Jalan Tol Akses Patimban diharapkan mampu memperkuat rantai logistik nasional, khususnya menuju Pelabuhan Patimban yang diproyeksikan menjadi salah satu gerbang ekspor-impor utama Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Padangbai Karangasem, Perpaduan Wisata Alam dan Budaya di Kawasan Strategis Candidasa Bali
“Kehadiran jalan tol ini akan membuat perjalanan dari koridor Tol Trans Jawa menuju Pelabuhan Patimban menjadi jauh lebih efisien,” ujar Mardiansyah.
Ia menjelaskan, dengan beroperasinya Tol Akses Patimban, waktu tempuh dari Jalan Tol Cikampek KM 89+475 menuju Pelabuhan Patimban akan terpangkas signifikan.
Jika sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 52 menit, nantinya hanya sekitar 40 menit.
“Pemangkasan waktu tempuh ini menjadi indikator manfaat nyata yang akan dirasakan para pelaku usaha. Jalur menuju Patimban menjadi lebih ringkas dan pergerakan logistik dari kawasan industri Subang hingga sekitarnya lebih terukur,” tambahnya.
Tol Akses Patimban juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Barat, khususnya Subang dan sekitarnya.
Baca Juga: Kepengurusan MUI Kecamatan se-Banyuwangi 2025–2030 Dikukuhkan, Fokus Dakwah Digital dan Ekonomi Umat
Dengan konektivitas yang semakin baik, arus distribusi barang dari dan menuju pelabuhan dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Selain mendukung sektor logistik, kehadiran tol ini juga diproyeksikan meningkatkan minat investasi di kawasan industri sekitar Pelabuhan Patimban.
Pemerintah dan pengelola jalan tol menargetkan proyek ini dapat menjadi tulang punggung konektivitas antara kawasan industri, pelabuhan, dan jaringan Tol Trans Jawa dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin