RADARBANYUWANGI.ID - Pengetatan pemeriksaan data manifes penumpang kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang terus berjalan.
Selama dua hari terakhir, ada 20 kendaraan yang diminta putar balik sebelum masuk ke Pelabuhan Ketapang.
Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kesesuaian data tiket dengan identitas penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang ke Bali.
General Manager PT ASDP Ketapang Ardhy Ekapaty menyebutkan, sejak Senin (22/12) tercatat 12 kendaraan diminta putar balik karena data manifes tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sehari berselang, Selasa (23/12), delapan kendaraan kembali diminta tidak melanjutkan penyeberangan dengan alasan serupa.
“Seluruh kendaraan yang diminta putar balik merupakan kendaraan kecil atau kendaraan pribadi roda empat,” kata Ardhy.
Dia menambahkan, temuan di lapangan tentang ketidaksesuaian data manifes cukup beragam.
Meliputi perbedaan data penumpang, nomor kendaraan hingga jumlah orang di dalam kendaraan.
Kebijakan pemeriksaan manifes akan terus dilakukan, terutama jika volume kendaraan semakin meningkat.
Ke depan, pemeriksaan akan difokuskan sebelum kendaraan memasuki toolgate pelabuhan.
Langkah ini diambil agar proses pengecekan tidak menghambat arus kendaraan di dalam area pelabuhan.
ASDP berkomitmen menjaga kepastian dan validitas data penumpang sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan ketertiban penyeberangan.
Ardhy mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengisi data manifes dengan benar dan sesuai identitas diri maupun data kendaraan.
”Karena ketidaksesuaian data akan berujung pada penolakan penyeberangan. Selain itu, mayoritas pengendara yang diminta putar balik adalah mereka yang membeli tiket dari agen-agen di pinggir jalan,’’ tegasnya.
Ardhy juga meminta calon penumpang kapal untuk membeli tiket langsung dari aplikasi Ferizy. Sehingga bisa mengisi data sesuai dengan kondisi yang ada.
“Apabila data pada manifes berbeda dengan data diri penumpang, maka akan dilarang menyeberang. Kendaraan yang tidak sesuai akan diminta putar balik,” tegas Ardhy.
Sementara itu, terkait masih relatif landainya arus penyeberangan menuju Bali, pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya.
Menurutnya, perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut, termasuk melihat tingkat okupansi hotel di Bali, untuk mengetahui faktor yang memengaruhi sepinya penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang.
"Kalau pesawat infonya penuh terus. Tapi untuk penyeberangan seperti yang terlihat belum ada lonjakan signifikan. Ini yang masih kita cermati," pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin