RADARBANYUWANGI.ID - Ardito Wijaya menjadi salah satu kepala daerah termuda di Indonesia saat menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2021–2026 bersama Wakil Bupati M. Ilyas Hendra.
Ia lahir pada 19 Juli 1991, sehingga ketika memimpin daerah ia masih berusia awal 30-an.
Ardito merupakan figur muda PDIP yang cepat menanjak di dunia politik.
Dalam beberapa wawancara publik sebelumnya, ia dikenal sering menekankan isu kesehatan masyarakat, pemerintahan desa, dan modernisasi birokrasi sebagai agenda utamanya.
Meski demikian, rekam jejak digital mengenai riwayat pendidikan dan profesi awalnya tidak luas terdokumentasi di situs resmi pemerintah Lampung Tengah.
Perjalanan Karier Politik
Karier politik Ardito Wijaya mulai mencuat ketika ia mendapat dukungan kuat dari PDIP untuk maju pada Pilkada Lampung Tengah 2020.
Dalam kontestasi tersebut, ia menang bersama Ilyas Hendra dan resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah pada 26 Februari 2021.
Selama memimpin, Ardito dikenal mendorong beberapa program prioritas, di antaranya:
- Pembenahan birokrasi pelayanan publik
- Upaya peningkatan infrastruktur jalan desa
- Akselerasi layanan kesehatan dasar
- Program penguatan UMKM lokal
- Pengembangan kawasan pertanian, mengingat Lampung Tengah merupakan sentra padi dan jagung
Namun sejumlah pihak menilai program Ardito tidak berjalan maksimal akibat tumpang tindih kebijakan internal dan konflik politik di tingkat lokal.
Nama Ardito Wijaya Terseret Operasi Tangkap Tangan KPK
Pada Rabu, 10 Desember 2025, publik digegerkan oleh operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lampung Tengah.
Dalam operasi tersebut, Ardito Wijaya diamankan bersama sejumlah pejabat Pemkab Lampung Tengah. Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Menurut keterangan awal KPK, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap terkait pengelolaan anggaran daerah.
Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung, dan KPK menyatakan akan mengumumkan detail perkara setelah gelar perkara selesai.
Guncangan Politik di Lampung Tengah
Penangkapan Ardito menjadi pukulan besar bagi dinamika politik Lampung Tengah. Kabupaten tersebut sebelumnya juga sempat beberapa kali menjadi sorotan dalam kasus korupsi pejabat daerah.
Dengan ditangkapnya Ardito, proses pemerintahan daerah berpotensi terganggu.
Sejumlah tokoh masyarakat menyebut bahwa kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan tata kelola anggaran di Lampung Tengah.
Sementara itu, pemerintahan provinsi masih menunggu keputusan resmi KPK untuk menentukan langkah berikutnya, apakah akan dilakukan penunjukan Plt Bupati jika Ardito ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Update Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, Belasan Murid Luka dan Suasana Sekolah Mencekam
Respons Publik dan Sikap KPK
Hingga berita ini disusun, KPK masih memeriksa Ardito secara intensif.
Lembaga antikorupsi tersebut menyatakan bahwa OTT yang dilakukan telah melalui proses penyelidikan panjang dan merupakan bagian dari upaya menindak praktik korupsi di daerah yang dianggap rawan.
Masyarakat Lampung Tengah sendiri menanggapi peristiwa tersebut dengan cukup beragam.
Sebagian warganet menyebut kasus ini sebagai “puncak gunung es” dari masalah tata kelola anggaran, sementara sebagian lainnya berharap proses hukum berlangsung transparan.
Ardito Wijaya, yang sebelumnya dikenal sebagai bupati muda dengan energi besar untuk membangun Lampung Tengah, kini harus menghadapi ujian terberat dalam kariernya.
Dari profil hingga pencapaian politik, perjalanan Ardito kini menyisakan catatan kelam dengan keterlibatannya dalam OTT KPK.
Publik menanti bagaimana kasus ini akan berkembang dan apa dampaknya terhadap masa depan kepemimpinan daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin