RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah pusat terus mematangkan rencana pembangunan Jalan Tol Ngawi–Bojonegoro–Tuban (Ngaroban), salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan menjadi koridor penting dalam jaringan transportasi Pulau Jawa.
Ruas tol sepanjang kurang lebih 116,78 kilometer ini diyakini akan memperkuat konektivitas lintas tengah dan lintas utara secara lebih efisien.
Di Kabupaten Bojonegoro, sedikitnya 69 desa di 16 kecamatan dipastikan masuk wilayah terdampak pembangunan.
Data tersebut tercantum dalam rilis resmi Diskominfo Bojonegoro, yang menjadi acuan awal sebelum pemerintah memasuki tahapan berikutnya, termasuk sosialisasi, pengukuran lahan, dan proses pembebasan.
Fungsi Strategis Jalan Tol Ngaroban
Tol Ngaroban menjadi salah satu ruas penghubung vital dalam struktur jaringan jalan tol di Jawa Timur. Jika rampung, jalur ini akan tersambung dengan sejumlah ruas penting, antara lain:
- Tol Solo–Ngawi–Kertosono
- Tol Demak–Pati–Babat
- Tol Babat–Manyar
- Tol Surabaya–Gresik
Dengan koneksi tersebut, Tol Ngaroban akan berfungsi sebagai penghubung utama koridor tengah dan utara Jawa, mempermudah mobilitas barang dan masyarakat, serta memangkas waktu tempuh distribusi logistik.
Selain itu, proyek ini membawa harapan besar terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
Daerah-daerah seperti Ngawi, Bojonegoro, Tuban, serta kawasan industri dan pertanian di sekitarnya diproyeksikan mendapat dampak positif berupa peningkatan aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, hingga munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru.
69 Desa di Bojonegoro Masuk Kawasan Terdampak
Berikut daftar lengkap desa dan kecamatan yang terdampak rencana pembangunan Tol Ngaroban:
- Kecamatan Tambakrejo
- Desa Pengkol
- Kecamatan Padangan
- Desa Ngeper
- Desa Simorejo
- Desa Ngradin
- Desa Kendung
- Kecamatan Purwosari
- Desa Purwosari
- Desa Pojok
- Kecamatan Ngasem
- Desa Bonorejo
- Desa Brabowan
- Desa Begadon
- Kecamatan Gayam
- Desa Ringintunggal
- Kecamatan Margomulyo
- Desa Sumberejo
- Desa Meduri
- Desa Geneng
- Kecamatan Ngraho
- Desa Jumok
- Desa Nganti
- Desa Klempun
- Kecamatan Kalitidu
- Desa Katur
- Desa Sumengko
- Desa Grebegan
- Desa Kalitidu
- Desa Wotanngare
- Desa Mayanggeneng
- Desa Mayangrejo
- Desa Mojosari
- Desa Pumpungan
- Desa Ngujo
- Desa Leran
- Desa Sukoharjo
- Kecamatan Dander
- Desa Ngablak
- Desa Ngulanan
- Desa Sumbertlaseh
- Desa Ngumpakdalem
- Kecamatan Bojonegoro
- Desa Jetak
- Desa Pacul
- Kecamatan Kapas
- Desa Wedi
- Desa Kalianyar
- Desa Sukowati
- Desa Mojodeso
- Desa Plesungan
- Kecamatan Sukosewu
- Desa Sidodadi
- Kecamatan Balen
- Desa Ngadiluhur
- Desa Kabunan
- Desa Kemamang
- Desa Suwaloh
- Desa Bulu
- Kecamatan Sumberejo
- Desa Pakuwon
- Desa Karangdowo
- Desa Jatigede
- Desa Tulungrejo
- Desa Margoagung
- Desa Butoh
- Kecamatan Kepohbaru
- Desa Pohwates
- Desa Sumberoto
- Desa Turigede
- Desa Bayamgede
- Desa Tlogorejo
- Desa Sumbergede
- Desa Bumirejo
- Desa Sugihwaras
- Desa Kranggan
- Kecamatan Baureno
- Desa Ngemplak
- Desa Sraturejo
- Desa Blongsong
- Desa Baureno
- Desa Selorejo
- Desa Tlogoagung
- Desa Sumuragung
Dorongan Pemerintah dan Tahapan Berikutnya
Pemerintah pusat menargetkan proyek Tol Ngaroban dapat segera memasuki tahap penetapan trase final, pembebasan lahan, serta penunjukan badan usaha yang akan menggarap konstruksi.
Pemerintah daerah di tiga kabupaten — Ngawi, Bojonegoro, dan Tuban — diminta terlibat aktif dalam pendampingan sosial dan penguatan komunikasi kepada masyarakat.
Hadirnya Tol Ngaroban diharapkan menjadi momentum penting mempercepat pemerataan pembangunan Jawa Timur bagian barat.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat, jalur baru ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, hingga sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Bojonegoro dan sekitarnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin