RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak 2.155 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek jajaran diterjunkan untuk mengawal kegiatan penyampaian pendapat umum yang digelar hari ini di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. Aksi tersebut diselenggarakan oleh APDESI bersama sejumlah elemen massa.
Apel dan persiapan pengamanan yang dikemas dalam bentuk Tactical Wall Game (TWG) digelar sejak pagi — tepatnya dimulai pukul 07.00 WIB — di bawah komando langsung Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro.
Dalam arahannya, Susatyo menegaskan bahwa seluruh personel yang dikerahkan tidak membawa senjata api, melainkan mengedepankan pendekatan dialogis, humanis, serta profesional.
“Hari ini kita melayani kegiatan penyampaian pendapat. Semua personel saya perintahkan bekerja secara humanis dan profesional, tidak membawa senjata api, serta mengedepankan pendekatan dialogis,” ujar Susatyo, seperti dilansir dari tribatanews.polri.go.id.
Susatyo pun meminta kepada peserta aksi, khususnya para orator, untuk menjaga agar suasana tetap kondusif, damai, dan sesuai aturan yang berlaku.
Ia mengingatkan agar kebebasan berpendapat dijalankan dengan tertib dan beretika — tanpa provokasi, tanpa bakar ban, tanpa merusak fasilitas umum, tanpa melawan petugas, dan tanpa melakukan aksi anarkis.
Sementara itu, seluruh personel gabungan disebar di sejumlah titik strategis di sekitar Monas untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memantau arus lalu lintas.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional, mengikuti dinamika jumlah massa di lapangan.
Susatyo pun mengimbau warga maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Monas agar menggunakan rute alternatif demi menghindari potensi kemacetan.
Ini bukan kali pertama pengamanan besar dilakukan di Monas. Dalam sejumlah aksi unjuk rasa sebelumnya — seperti demonstrasi buruh, mahasiswa, maupun elemen masyarakat lainnya — petugas gabungan selalu dikerahkan dan pendekatan humanis dipilih agar situasi tetap aman dan nyaman.
Dengan dikerahkannya ribuan personel gabungan dan imbauan yang tegas agar aksi berjalan tertib, pihak kepolisian berharap penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa insiden — serta arus lalu lintas di sekitar Monas tetap kondusif meski ada aktivitas massa.
Baca Juga: Gempa 7.0 Guncang Perbatasan Alaska-Kanada, USGS: Tidak Ada Tsunami, Waspada Gempa Susulan
Jam, Personel & Titik Pengamanan
- Pukul 07.00 WIB — digelar apel gabungan dan simulasi pengamanan via Tactical Wall Game (TWG). Personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek dikerahkan. Total petugas yang disiagakan: 2.155 personel.
- Petugas disebar ke sejumlah titik strategis di sekitar Monas — terutama di area “Silang Selatan / area inti aksi” dan ruas jalan utama menuju dan sekitar Monas, untuk menjaga ketertiban dan memantau mobilitas massa.
Perkiraan Massa & Situasi Lapangan
- Berdasarkan sumber dari media, estimasi personel pengamanan semula disebut 1.825 personel, sebelum kemudian diperbarui menjadi 2.155 personel — menandakan kesiagaan ekstra dari aparat.
- Untuk jumlah massa: data konkret tentang berapa banyak warga/pendemo yang hadir belum dirilis secara resmi — media menyebut “sejumlah elemen massa” tanpa angka pasti.
- Pihak kepolisian mengimbau massa untuk tetap damai, tertib, dan menghindari tindakan seperti membakar ban, merusak fasilitas umum, atau provokasi. Petugas juga diinstruksikan bekerja secara humanis, tanpa membawa senjata api.
Rekayasa Lalu Lintas & Saran Untuk Pengguna Jalan
- Rekayasa arus lalu lintas diterapkan secara situasional — artinya pengaturan dilakukan mengikuti perkembangan massa di lapangan.
- Mereka menyarankan pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar Monas agar menghindari kawasan Monas dan memilih jalur alternatif untuk menghindari potensi kemacetan atau antrean.
- Meskipun belum ada detil resmi jalur-jalur alternatif yang diinfokan ke publik saat ini, berdasarkan pengalaman aksi sebelumnya di kawasan Monas/pusat kota, kemungkinan alternatif diarahkan ke ruas jalan yang tidak melewati area inti Monas — misalnya menjauhi ruas-ruas seperti Jalan Medan Merdeka, Jalan MH Thamrin, atau ruas dekat Istana Negara (tergantung titik massa), seperti yang lazim dilakukan saat unjuk rasa besar. (*)