RADARBANYUWANGI.ID – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi menyandang status sebagai kantor tipologi A.
Hal ini didasarkan pada tingginya jumlah calon jemaah haji (CJH) yang diberangkatkan setiap tahun.
Untuk gelombang pertama CJH di tahun depan saja, Banyuwangi memiliki kuota sebanyak 1.374 orang.
Sementara itu, jumlah jemaah haji yang sudah berangkat ke tanah suci pada tahun ini tembus 1.207 orang. Angka ini terdiri atas kuota reguler dan kuota khusus lansia beserta pendampingnya.
Status Kantor Kemenhaj Banyuwangi sebagai kantor tipologi A juga sudah diatur pada Peraturan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 2 Tahun 2025 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Kementerian Haji dan Umrah.
Sementara itu, sebelumnya urusan penyelenggaraan haji dan umrah di Banyuwangi ditangani Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi. Seksi PHU di kabupaten the Sunrise of Java juga bertipologi A.
Kepala Seksi (Kasi) PHU Kantor Kemenag Banyuwangi Fahrurrozi menjelaskan, tipologi Kantor Kemenhaj tingkat kabupaten terbagi menjadi tiga, yakni A, B, dan C. Kantor Kemenhaj di Banyuwangi masuk tipologi A karena jumlah jemaah haji setiap tahun di atas seribu orang.
Selain itu, pendaftar ibadah haji yang masuk masa tunggu yang mencapai sekitar 20 ribu orang.
“Kantor PHU Banyuwangi termasuk tipologi A dikarenakan CJH kita setiap tahun tembus seribu lebih dan masa tunggunya juga tinggi,” ujar pria yang karib disapa Rozi tersebut.
Rozi menerangkan bahwa nantinya Kantor Kemenhaj Banyuwangi akan berkantor di kantor PHU yang berada satu area dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Kelurahan Sobo, Banyuwangi.
Struktur organisasi dari Kantor Kemenhaj tingkat kabupaten akan berbeda dari sebelumnya atau saat masih tergabung di dalam Kemenag.
“Nantinya Kemenhaj tingkat kabupaten strukturnya terdiri dari satu kepala kantor, satu kepala sub bagian (kasubag), dua kepala seksi (kasi), serta sisanya staf,” tutur Rozi.
Fahrurrozi juga menambahkan bahwa mulai tahun depan anggaran untuk Kantor Kemenhaj Banyuwangi akan berdiri sendiri. Sebelumnya, seluruh pembiayaan masih menyatu dengan anggaran Kantor Kemenag.
“Mulai tahun depan anggarannya terpisah, tidak lagi berada dalam satu anggaran Kemenag,” katanya.
Kemenhaj tingkat kabupaten tidak hanya menangani pelayanan dan penyelenggaraan administrasi haji, tetapi juga akan mengurusi keseluruhan ekosistem haji di daerah.
Mulai dari pembinaan, manasik, penguatan layanan jemaah, hingga kebutuhan teknis lain yang mendukung proses pemberangkatan dan kepulangan jemaah dari tanah suci.
Meski demikian, Banyuwangi hingga kini masih menjadi satu dari 12 kabupaten di Jawa Timur yang belum memiliki Kepala Kantor Kemenhaj.
Pelantikan pejabat besar wilayah di Jatim telah dilakukan pada 28 November di Asrama Haji Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Sedangkan pelantikan susulan kepala Kantor Kemenhaj tingkat kabupaten/kota susulan rencananya akan digelar bulan ini.
“Ada beberapa proses administrasi maupun pengusulan serta hal lainnya yang belum siap, sehingga Banyuwangi termasuk 12 kabupaten yang belum dilantik. Pelantikan direncanakan akan dilakukan sebelum tahun depan di Asrama haji Sukolilo, Surabaya” pungkas Rozi. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin