Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pembangunan Tol Palembang–Betung Tembus 85,74 Persen, Hutama Karya Tuntaskan Jembatan Sungai Musi dengan Teknologi Canggih

Ali Sodiqin • Jumat, 5 Desember 2025 | 19:30 WIB
Progres Tol Palembang–Betung capai 85,74 Persen. Jembatan Sungai Musi dibangun metode Balance Cantilever, perkuat konektivitas Sumsel dan JTTS.
Progres Tol Palembang–Betung capai 85,74 Persen. Jembatan Sungai Musi dibangun metode Balance Cantilever, perkuat konektivitas Sumsel dan JTTS.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Hutama Karya (Persero) terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (Kramasan–Pangkalan Balai) sebagai salah satu proyek strategis yang akan memperkuat konektivitas utama di Sumatera Selatan.

Hingga akhir Oktober 2025, progres konstruksi kedua seksi sepanjang 55,5 km tersebut telah menembus 85,74%, menandai percepatan signifikan menuju penyelesaian penuh.

Dikutip dari laman resmi hutamakarya.com, ruas ini menjadi lanjutan dari Tol Kayu Agung–Palembang yang sudah beroperasi dan dikelola oleh PT Waskita Sriwijaya Toll Road.

Kehadiran dua seksi baru ini akan menghubungkan Gerbang Tol Kramasan dengan Gerbang Tol Pangkalan Balai, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat, logistik, dan perekonomian Sumsel.

Melintasi Sungai Musi, Tantangan Besar yang Jadi Pekerjaan Ikonik

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Tol Palembang–Betung berada pada trase yang harus melintasi Sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatra Selatan sekaligus jalur transportasi vital.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebutkan bahwa pembangunan jembatan di lokasi tersebut membutuhkan ketelitian ekstra.

“Melintasi Sungai Musi menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi teknis maupun keselamatan. Jalan tol ini tidak hanya melintasi sungai besar, tetapi juga area vital aktivitas logistik masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan kompleks itu, Hutama Karya menerapkan metode Box Balance Cantilever dalam pembangunan jembatan dengan bentang utama mencapai 380 meter.

Metode ini memungkinkan konstruksi dilakukan dari dua sisi berbeda yang ‘tumbuh’ menuju tengah, sebelum akhirnya bertemu secara presisi.

Teknik tersebut memberikan sejumlah keuntungan:

“Dengan metode ini, kami memastikan lalu lintas sungai tetap berjalan normal, sekaligus menjaga keamanan pekerja dan lingkungan sekitar proyek,” tambah Mardiansyah.

Bagian Penting JTTS, Dorong Pemerataan Konektivitas Sumatra

Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang total 70,19 km yang terbagi menjadi tiga seksi:

  1. Seksi 1 Palembang–Rengas (22,50 km)
  2. Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai (33 km)
  3. Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung (14,69 km)

Pembangunan ruas ini merupakan bagian dari percepatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikembangkan untuk menghadirkan jaringan konektivitas yang lebih merata dari Aceh hingga Lampung.

Jika telah beroperasi penuh, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Palembang menuju wilayah Banyuasin dan jalur lintas timur Sumatra, serta mengurangi beban arteri yang selama ini padat oleh aktivitas logistik.

Manfaat Besar bagi Masyarakat Sumsel

Hutama Karya berharap keberadaan tol ini dapat memberi dampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Selain meningkatkan konektivitas, tol ini diyakini dapat:

“Kami ingin kehadiran setiap ruas tol dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan memberi kontribusi bagi kemajuan daerah,” tegas Mardiansyah.

JTTS Sudah Capai 1.235 Km, Hutama Karya Terus Tancap Gas

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 km, baik yang sudah beroperasi penuh maupun masih dalam tahap konstruksi. Beberapa ruas penting yang telah beroperasi antara lain:

(*Dikelola INA, **Dikelola HMW)

Dengan progres yang semakin mendekati penyelesaian, Jalan Tol Palembang–Betung menjadi salah satu proyek paling strategis di Sumatra Selatan.

Infrastruktur ini bukan hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat untuk menikmati mobilitas lebih cepat, efisien, dan aman. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #tol betung #teknologi canggih #jembatan sungai #Tol Palembang #sungai musi #hutama karya