Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Update Korban Banjir-Longsor Sumatera: 604 Orang Meninggal dan 464 Hilang, Cek Rincian Jumlah di Aceh, Sumbar dan Sumut

Ali Sodiqin • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:34 WIB
Perbaikan darurat infrastruktur jembatan yang putus diterjang banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12) lalu.
Perbaikan darurat infrastruktur jembatan yang putus diterjang banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12) lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Operasi penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatra memasuki fase krusial.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (1/12) pukul 17.00 WIB di laman bnpb.go.id, tercatat 604 warga meninggal dunia dan 464 lainnya masih hilang.

Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah bekerja tanpa henti mempercepat pencarian korban, pendistribusian logistik, serta pembukaan akses yang terputus.

Sumatra Utara: 283 Meninggal, 173 Hilang

Sumatra Utara menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Sebanyak 283 warga meninggal dunia dan 173 masih hilang.

Korban tersebar di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Deli Serdang, Padangsidimpuan, dan Nias.

Jumlah pengungsi pun terus meningkat. BNPB mencatat lebih dari 33 ribu pengungsi, dengan sebaran terbesar di Tapanuli Utara sebanyak 15.765 jiwa dan Mandailing Natal 7.194 jiwa.

Akses Darat Bertahap Mulai Terbuka

Salah satu perkembangan signifikan adalah terbukanya jalur Tarutung–Padangsidimpuan dan sebagian Tarutung–Sibolga. Titik akses kini sudah mencapai Dusun Sibalanga Jae, Kecamatan Adiankoting.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 5 Desember 2025 Masih Stabil di Rp 2,406 Juta per Gram

Pembukaan akses ini menjadi kunci percepatan pendistribusian bantuan lintas sektor, terutama untuk wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat longsor dan banjir bandang.

Distribusi Logistik 100% untuk Lima Kabupaten

BNPB memastikan penyaluran logistik tahap pertama menuju Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100%.

Sementara penyaluran ke Mandailing Natal, Gunungsitoli, dan Nias Selatan masih mengandalkan pengiriman udara.

Tiga helikopter BNPB dan TNI AD dikerahkan untuk membawa kebutuhan dasar seperti sembako, BBM, genset, peralatan dapur, dan perangkat komunikasi satelit.

Presiden Prabowo turut mengirim dukungan berupa 33 alat komunikasi, 33 genset, 14 LCR, 750 dus mie instan, serta 129 tenda untuk memperkuat operasi darurat di lapangan.

Baca Juga: Duel Panas di Villa Park! Aston Villa Siap Jegal Arsenal dalam Pertarungan Papan Atas Premier League

Aceh: 156 Meninggal, 181 Hilang, Pengungsi Capai 479 Ribu Jiwa

Provinsi Aceh mencatat 156 korban meninggal dan 181 hilang, tersebar di 11 kabupaten/kota termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Utara.

Jumlah pengungsi di Aceh melonjak drastis hingga 479.300 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Aceh Utara mencapai 107.305 jiwa.

Akses Jalan Hampir Seluruhnya Terputus

Jalur vital seperti perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang, Gayo Lues–Aceh Tamiang, dan Bireuen–Takengon terputus total.

Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe juga belum dapat dilalui, meski pemerintah membuka akses alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah.

Kementerian PUPR mempercepat pengerjaan perbaikan infrastruktur, mengingat kondisi akses sangat mempengaruhi distribusi logistik.

Baca Juga: Mulai Tanggal Ini, Tol Probowangi Seksi 1-2 Dibuka Fungsional Saat Libur Nataru

Starlink Diaktifkan, Bantuan Laut dan Udara Digencarkan

Untuk mendukung komunikasi di area terisolasi, BNPB mengaktifkan perangkat Starlink di Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan sejumlah wilayah lainnya.

Distribusi logistik dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal Express Bahari, membawa hygiene kit, matras, sembako, dan makanan siap saji menuju Lhokseumawe dan Aceh Tamiang.

Bantuan udara juga digencarkan untuk wilayah sulit dijangkau seperti Gayo Lues dan Aceh Tamiang.

Operasi Modifikasi Cuaca Berlangsung

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai dijalankan menggunakan pesawat Cessna Caravan yang menerbangkan 1.000 kg NaCl dan 2.000 kg CaO untuk mengurangi potensi hujan deras lanjutan.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kota Batu, 15 Warga Hanyut dan 5 Desa Terdampak; BPBD Kerahkan Tim SAR

Sumatra Barat: 165 Meninggal, 114 Hilang

Sumatra Barat melaporkan 165 korban meninggal dan 114 hilang, dengan lokasi terdampak mencakup Agam, Padang Panjang, Padang, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, dan Pesisir Selatan.

Total pengungsi mencapai 122.683 jiwa, paling banyak berada di Pesisir Selatan dan Tanah Datar.

Bantuan Udara dan Laut Terus Diperkuat

BNPB bersama TNI mengirim bantuan sebanyak 4 ton menuju Solok, Agam, dan Pasaman Barat. Bantuan mencakup makanan, beras, air minum, kasur, dan obat-obatan.

Pengiriman laut juga dilakukan menuju Nagari Sungai Batang di Agam, yang hingga kini masih terisolasi karena akses darat tertutup.

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Tapanuli Selatan, Pastikan Distribusi Bantuan Dasar Berjalan Lancar

BNPB Pastikan Operasi Darurat Berjalan 24 Jam

BNPB menurunkan puluhan personel tambahan di Sumatra Utara dan lebih dari 500 personel TNI/Polri dikerahkan ke wilayah terdampak.

Operasi pencarian, pembukaan akses, pemulihan jaringan listrik, serta distribusi kebutuhan dasar menjadi prioritas.

Pemerintah pusat memastikan pembaruan data dan perkembangan penanganan akan terus disampaikan secara berkala. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sumatera utara #korban hilang #aceh #banjir #korban meninggal #sumatera barat #longsor #jumlah korban