Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cak Imin Ajak Bahlil, Raja Juli, dan Hanif Faisol Bertobat: Kiamat Sudah Terjadi akibat Kelalaian Kita

Ali Sodiqin • Rabu, 3 Desember 2025 | 17:16 WIB
Hanif Faisol Nurofiq, Muhaimin Iskandar, Raja Juli Antoni dan Bahlil Lahadalia.
Hanif Faisol Nurofiq, Muhaimin Iskandar, Raja Juli Antoni dan Bahlil Lahadalia.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan telah berkirim surat resmi kepada sejumlah koleganya di Kabinet Merah Putih (KMP).

Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.

Dalam surat itu, pria yang akrab disapa Cak Imin mengajak para menteri terkait untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh kebijakan dan langkah pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.

Ajakan ini dilatarbelakangi bencana banjir bandang serta longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir.

“Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya, Tobat Nasuha. Itu kuncinya,” ujar Cak Imin dalam sambutan Workshop Kepala Sekolah SMK ‘Program SMK Go Global’ di Kota Bandung, Senin (1/12/2025), dikutip melalui kanal YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Menurut Ketua Umum PKB tersebut, pemerintah tak boleh menutup mata terhadap kerusakan alam yang terus memicu siklus bencana setiap akhir tahun.

Ia menyebut sudah saatnya seluruh pihak bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan kebijakan, bukan hanya sebatas respons saat bencana sudah terjadi.

“Kunci Tobat Nasuha adalah evaluasi total. Pemerintah harus meninjau ulang semua kebijakan yang menyangkut alam, supaya bencana tidak selalu menghantui negeri ini,” tegasnya.

Dengan retorika yang cukup menggugah, Cak Imin bahkan menyebut bahwa tanda-tanda kiamat ekologis sudah tampak akibat kelalaian manusia dalam merawat bumi.

“Dari sejak kita berpikir, melangkah, dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat. Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” tuturnya.

Ia berharap langkah evaluasi tersebut dapat mencegah berulangnya tragedi tahunan, khususnya pada periode rawan cuaca ekstrem di bulan November hingga Desember.

“Ini siklus tahunan. Karena itu, kebijakan-kebijakan ini harus dievaluasi total agar tahun depan tidak terjadi lagi,” tandasnya.

Cak Imin menegaskan bahwa ajakan Tobat Nasuha bukan sekadar istilah religius, melainkan prinsip kerja untuk pemulihan lingkungan secara menyeluruh.

Ia meminta kementerian yang bertanggung jawab langsung pada sektor kehutanan, pertambangan, hingga tata kelola lingkungan hidup agar bergerak cepat melakukan koreksi mendasar.

Mengakhiri pernyataannya, Menko PM memastikan bahwa pemerintah pusat tidak boleh hanya reaktif pada bencana, melainkan harus lebih proaktif dalam mencegah kerusakan alam yang semakin meluas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#muhaimin iskandar #bahlil #banjir sumatera #kiamat #raja juli antoni #Hanif Faisol Nurrofiq #cak imin #Tanah Longsor #bertobat