Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Gelondongan Kayu Terhanyut, Tanda Kerusakan Hutan di Sumatera?

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 3 Desember 2025 | 13:04 WIB
Respons pemerintah dan tuntutan investigasi mengemuka usai banjir bandang Sumatera.
Respons pemerintah dan tuntutan investigasi mengemuka usai banjir bandang Sumatera.

RADARBANYUWANGI.ID - Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh akhir November memunculkan keprihatinan nasional sekaligus sorotan terhadap kondisi ekologi di kawasan hulu.

Selain menimbulkan korban jiwa serta kerugian material, fenomena ribuan potongan kayu yang terbawa arus banjir memunculkan dugaan adanya kerusakan hutan yang berkontribusi memperparah dampak bencana.

Bantuan Kementerian Kehutanan untuk Korban di Agam

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung ke lokasi pengungsian korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Minggu (30/11/2025).

Bantuan senilai Rp100 juta diserahkan kepada warga di SDN 05 Kayu Pasak, berupa 180 paket berisi kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar seperti beras, minyak goreng, telur, mi instan, sarden, teh, kopi, serta sabun dan tikar.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan berdialog dengan masyarakat terdampak.

Seorang warga, Erlina, menceritakan bagaimana banjir datang pada Kamis (27/11/2025) sore dengan suara gemuruh keras yang memaksa warga berlarian menyelamatkan diri.

Tiga anggota keluarganya terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.

Menteri menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut.

DPR Siapkan Pemanggilan Terkait Kayu Gelondongan Terhanyut

Di sisi lain, Komisi IV DPR RI menyoroti fenomena ribuan gelondongan kayu yang terbawa arus banjir di beberapa wilayah terdampak.

Wakil Ketua Komisi IV, Alex Indra Lukman, menyatakan pihaknya telah mengundang Kementerian Kehutanan untuk memberikan penjelasan dalam rapat pada Kamis (4/12/2025).

Menurut Alex, keberadaan material kayu dalam jumlah besar mengindikasikan adanya persoalan di wilayah hulu.

Ia menegaskan bahwa perlu evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang, termasuk kebutuhan kebijakan kehutanan yang lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Terkait usulan penetapan bencana nasional, Alex menyebut bahwa keputusan tersebut merupakan kewenangan pemerintah, sementara DPR fokus pada fungsi pengawasan dan evaluasi atas penanganan bencana.

Viral, Tumpukan Kayu Penuhi Pantai Parkit

Sebuah video yang beredar menunjukkan tumpukan ribuan potongan kayu memenuhi Pantai Parkit di Kota Padang pada Jumat (28/11/2025).

Air laut yang berubah kecokelatan serta sampah yang menumpuk memperlihatkan dampak besar dari aliran banjir yang membawa material dari hulu.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas nelayan dan mengubah tampilan pantai secara signifikan.

Polemik Kerusakan Hutan dan Desakan Pembentukan Tim Khusus

Ketua Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I), Dedi Kurniawan, menilai tragedi ini menunjukkan adanya penyebab non-alamiah yang belum terungkap.

Menurutnya, banyaknya gelondongan kayu dan laporan satwa liar yang turut menjadi korban memperkuat dugaan kerusakan ekologi.

FK3I mendesak pemerintah dan DPR RI membentuk Tim Khusus yang berfokus pada dua agenda, yakni percepatan penyelamatan dan perlindungan korban, serta investigasi komprehensif terhadap penyebab bencana dengan melibatkan ahli independen.

Dedi juga meminta pemerintah melakukan penegakan hukum secara transparan dan bahkan menyerukan agar Menteri Kehutanan mundur karena pernyataan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi lapangan.

Selain itu, FK3I menyampaikan belasungkawa dan menegaskan kesiapan jaringan sipil untuk membantu korban sesuai kapasitas masing-masing.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pemerintah #sumatera #Banjir Bandang #kerusakan hutan #investigasi