Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Suharyanto: Kepala BNPB dengan Kekayaan Rp25,26 M dan Rekam Jejak Panjang di Dunia Militer

Ali Sodiqin • Selasa, 2 Desember 2025 | 17:41 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

RADARBANYUWANGI.ID — Nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kembali menjadi sorotan publik.

Di tengah kesibukannya memimpin penanganan rentetan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, laporan LHKPN terbarunya juga menarik perhatian.

Laporan periodik tahun 2024 yang disampaikan ke KPK pada 26 Februari 2025 mencatat total kekayaan Suharyanto mencapai Rp25,26 miliar.

Sorotan terhadap harta kekayaan itu muncul beriringan dengan intensitas aktivitasnya di lapangan dalam beberapa pekan terakhir.

Tidak hanya berkeliling dari satu lokasi bencana ke lokasi lain, Suharyanto juga menjadi figur yang selalu tampil dalam konferensi pers nasional untuk memberikan pembaruan data evakuasi, jumlah korban, dan langkah-langkah percepatan penanganan.

Baca Juga: Geolog Indonesia–Australia Teliti Jejak Mineral Emas dan Tembaga di Banyuwangi, Tinjau Geopark Ijen dan Pulau Merah

Aset Tanah dan Bangunan Mendominasi

Berdasarkan laporan LHKPN, sebagian besar kekayaan Suharyanto berupa aset properti dengan nilai Rp15,82 miliar, yang tersebar di berbagai kota besar:

Selain properti, ia juga memiliki dua kendaraan dinas pribadi:

Harta bergerak lainnya tercatat Rp838,82 juta, dan kas setara kas mencapai Rp7,26 miliar.

Dengan total utang sebesar Rp38,09 juta, nilai bersih kekayaannya tetap berada di angka Rp25,26 miliar.

Baca Juga: Tol Serpong–Balaraja Rp14,36 T Siap Sambung Tangerang–Merak: 39,9 km, 3 Seksi, EIRR 15 Persen

Fokus Penuh pada Penanganan Bencana

Di tengah tingginya dinamika bencana hidrometeorologi, Suharyanto menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap keselamatan masyarakat terdampak.

“Fokus kami adalah menyelamatkan warga serta memastikan dukungan logistik dan kebutuhan dasar terpenuhi,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.

BNPB di bawah arahannya mengerahkan tambahan helikopter, perahu karet, hingga relawan untuk menjangkau wilayah terisolasi. Bahkan, beberapa daerah yang akses transportasinya terputus kini telah mendapatkan bantuan melalui jalur udara.

Hingga Senin, total korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 442 jiwa. Situasi itu membuat BNPB menambah posko terpadu, layanan kesehatan darurat, dan logistik penanganan cepat.

Baca Juga: Prediksi Bournemouth vs Everton: Rekor Kandang Perkasa! The Cherries Siap Habisi The Toffees yang Angin-Anginan

PROFIL DAN JEJAK KARIER SUHARYANTO

Data Dasar

Karier Militer yang Panjang dan Strategis

Suharyanto adalah figur yang sangat berpengalaman di medan operasi dan manajemen krisis. Rekam jejaknya menunjukkan perjalanan panjang di berbagai satuan:

Tugas dan Fokus Selama Memimpin BNPB

Sejak memegang komando BNPB, Suharyanto dikenal sebagai pemimpin yang sering turun langsung ke lokasi bencana. Beberapa fokus utamanya:

Peran Aktual 2025

Memasuki 2025, intensitas bencana meningkat dan membuat Suharyanto semakin aktif dalam koordinasi nasional.

Ia memimpin berbagai rapat kesiapsiagaan, mengontrol pergerakan logistik, serta memastikan integrasi antara BNPB, TNI-Polri, kementerian, dan pemerintah daerah berjalan tanpa hambatan.

Di tengah sorotan publik terkait LHKPN, kontribusi Suharyanto dalam penanganan bencana menjadi aspek yang tetap mendapat apresiasi.

Pengalaman militernya, rekam jejak panjang dalam operasi lapangan, serta kesigapannya saat krisis menjadikannya salah satu figur penting dalam memastikan keselamatan warga di daerah terdampak bencana. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Profil Suharyanto #kepala bnpb #militer #banjir #sumatera #bencana #tni #harta kekayaan #longsor #lhkpn