Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Serpong–Balaraja Rp14,36 T Siap Sambung Tangerang–Merak: 39,9 km, 3 Seksi, EIRR 15 Persen

Ali Sodiqin • Selasa, 2 Desember 2025 | 17:12 WIB
Simpang susun tol Serpong-Balajara seksi Legok atau 1B.
Simpang susun tol Serpong-Balajara seksi Legok atau 1B.

RADARBANYUWANGI.ID - Proyek jalan tol yang menghubungkan wilayah pinggiran ibu kota dengan akses ke pelabuhan dan jalur Merak kembali jadi sorotan publik.

Jalan Tol Serpong–Balaraja, yang dirancang membentang sepanjang 39,93 km, kini tercatat sebagai proyek dengan indikasi investasi senilai Rp 14,36 triliun.

Tol ini digarap oleh PT Trans Bumi Serbaraja (BUJT) dengan skema kerja sama badan usaha — skema KPBU — dan kontrak jenis Build-Operate-Transfer (BOT), serta skema pengembalian investasi melalui tarif tol (user charge).

Data Teknis & Struktur Proyek

Menurut data kelayakan ekonomi, proyek ini memiliki estimasi EIRR sebesar 15%, menunjukkan potensi pengembalian investasi yang dianggap layak.

Namun sejumlah indikator finansial lainnya (ENPV, BCR, FIRR, FNPV, WACC) dalam laman resmi tercatat “0” — kemungkinan menandakan bahwa perhitungan final belum dipublikasikan.

Status Proyek & Tujuan Konektivitas

Proyek ini digadang-gadang bakal meningkatkan konektivitas kawasan barat Jakarta, mereka-relasi Tangerang Selatan, Tangerang, dan Balaraja, sekaligus terhubung dengan Tangerang–Merak Toll Road — membuka akses rute logistik menuju Pelabuhan Merak dan jalur ke Lampung.

Menurut pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tol ini diharapkan mendongkrak pengembangan wilayah di sisi barat Jakarta, termasuk mendukung pembangunan kawasan seperti Kota Baru Maja, serta memperkuat daya tarik kawasan industri dan hunian di Banten.

Pembiayaan & Mekanisme Pelaksanaan

Baca Juga: Sehari Seru Seruan Siswa, Guru, Orang Tua dan Keluarga di Acara Family Fun Day

Potensi & Tantangan

Dengan skema dan investasi besar, tol Serpong–Balaraja diyakini mampu menjadi jalur penting bagi mobilitas komuter, logistik, dan pengembangan wilayah.

Ia akan membantu meringankan beban jalan arteri yang selama ini padat serta membuka akses baru ke kawasan industri dan pelabuhan.

Namun, sebagian data finansial yang belum lengkap — seperti tarif dasar golongan I yang masih tercatat “0” — menunjukkan bahwa beberapa aspek operasional dan tarif masih dalam tahap finalisasi.

Ini bisa menjadi tantangan dalam menentukan kelayakan investasi jangka panjang dan ekspektasi return bagi investor dan pengguna tol.

Implikasi Bagi Warga & Daerah Sekitar

Bagi pengguna jalan dan warga kawasan Tangerang Selatan, Serpong, Legok, hingga Balaraja — hadirnya tol ini diharapkan mempercepat waktu tempuh ke Jakarta, Merak, atau bahkan jalur ke Lampung.

Bagi pelaku industri dan logistik, tol ini bisa memperlancar distribusi barang dari kawasan industri ke pelabuhan.

Sementara bagi pengembang properti dan kota satelit seperti Kota Baru Maja, tol ini bisa menjadi daya tarik utama untuk pertumbuhan hunian dan komersial di Banten — sekaligus penyebar beban pemukiman dari pusat Jakarta.

Proyek Tol Serpong–Balaraja dengan panjang 39,93 km dan investasi Rp 14,36 triliun menawarkan potensi besar untuk mendongkrak konektivitas dan perekonomian di kawasan barat Jabodetabek serta Banten.

Dengan skema KPBU/BOT dan estimasi EIRR yang menjanjikan, tol ini berpeluang menjadi jalur strategis.

Namun sejumlah data finansial dasar masih belum lengkap, sehingga publik dan calon pengguna tol perlu menunggu kepastian tarif dan kelengkapan operasional sebelum sepenuhnya menghitung manfaat jangka panjang.

Jalan Tol Serpong–Balaraja belum sepenuhnya selesai karena baru dua seksi yang selesai dan beroperasi sebagian.

Seksi 1A (BSD–CBD) sudah beroperasi sejak 2022, dan Seksi 1B (CBD–Legok) mulai beroperasi secara fungsional pada September 2024, tetapi masih gratis hingga ada penetapan operasional berbayar.

Proyek secara keseluruhan akan dilanjutkan hingga Balaraja dan ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026. 

Status Pembangunan

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #balaraja #Merak #tol serpong #jakarta #tangerang