Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa LRT Jakarta Dinilai Kurang Efektif? Ini Penjelasan Pakar Transportasi

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 29 November 2025 | 01:19 WIB
Evaluasi efektivitas LRT Jakarta Fase 1.
Evaluasi efektivitas LRT Jakarta Fase 1.

RADARBANYUWANGI.ID - Keberadaan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1 yang menghubungkan Stasiun Velodrome Rawamangun dengan Stasiun Pegangsaan Dua Kelapa Gading kembali menjadi sorotan.

Pakar infrastruktur dan transportasi, Prof. Bambang Susantono, menilai operasional LRT pada jalur ini masih kurang efektif karena belum terintegrasi secara optimal dengan moda transportasi lainnya serta belum berada pada kawasan dengan pergerakan massa yang sangat tinggi.

Menurut Prof. Bambang, konsep integrasi transportasi tidak hanya mencakup hubungan antara moda-moda utama seperti kereta api, MRT, BRT, dan Transjakarta.

Ia menekankan bahwa peran feeder, termasuk angkutan pengumpan atau minibus penghubung antara stasiun dan titik akhir perjalanan masyarakat, menjadi komponen penting yang tidak boleh diabaikan.

Tanpa keberadaan feeder yang memadai, akses menuju LRT menjadi kurang praktis sehingga efektivitas layanan menurun.

Ia menambahkan bahwa percepatan integrasi harus menjadi prioritas.

Tanpa keterhubungan yang baik, keberadaan LRT berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun BUMD dalam pengelolaan transportasi publik.

Menurutnya, fokus utama harus diarahkan pada kebutuhan mobilitas masyarakat, bukan pada institusi pengelola.

LRT Jakarta Fase 1A sendiri telah beroperasi sejak 22 Juni 2019 dengan panjang lintasan 5,8 kilometer dan nilai investasi sekitar Rp6,8 triliun.

Meski menghadapi tantangan terkait integrasi, kinerja operasional menunjukkan hasil yang cukup positif.

Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga Oktober 2025, jumlah penumpang mencapai 1,1 juta orang, dengan rata-rata harian lebih dari 3.500 penumpang, melampaui target yang ditetapkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT sebagai moda transportasi yang aman dan nyaman.

Selain pertumbuhan jumlah penumpang, tingkat kepuasan pelanggan juga menunjukkan tren positif dengan nilai rata-rata 93,85 persen hingga September 2025.

Indikator kinerja lainnya, seperti ketepatan waktu (on time performance) mencapai 99,88 persen, serta capaian standar pelayanan minimum sebesar 98,54 persen hingga Oktober 2025.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lrt jakarta