RADARBANYUWANGI.ID - PT LRT Jakarta menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja keuangan seiring dengan rencana pengoperasian jalur baru dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai pada 2026.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan kenaikan laba bersih hingga 67 persen setelah rute baru tersebut resmi beroperasi.
Mengurangi Ketergantungan Subsidi
Saat ini, hampir seluruh pendapatan LRT Jakarta ditopang oleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sebanyak 94 persen penerimaan perusahaan masih berasal dari subsidi, sementara kontribusi tiket hanya 2 persen dan pendapatan non-tiket sekitar 4 persen.
Roberto menjelaskan bahwa pembukaan rute ke Manggarai diharapkan dapat mengubah struktur pendapatan perusahaan.
Meskipun secara total nilai subsidi mungkin tetap atau meningkat karena bertambahnya jumlah penumpang, subsidi per penumpang secara nominal diproyeksikan menurun.
Hal ini didorong oleh peningkatan basis penumpang yang lebih besar serta kontribusi pendapatan non-tiket yang diperkuat.
Optimalisasi Pendapatan Non-Tiket
LRT Jakarta menempatkan strategi komersialisasi aset sebagai prioritas utama dalam meningkatkan pendapatan non-tiket.
Saat ini, layanan periklanan di dalam rangkaian kereta sudah berjalan, dan perusahaan berencana memperluas opsi periklanan ke area stasiun, termasuk media visual digital.
Menurut Roberto, rute baru yang menghubungkan Pegangsaan Dua ke Manggarai, sebuah simpul transportasi terpenting di Jakarta, akan meningkatkan daya tarik bagi para pengiklan dan mitra bisnis.
Dengan pergerakan penumpang yang lebih besar dan distribusi rute yang lebih strategis, peluang investasi di sektor periklanan diperkirakan meningkat signifikan pada 2026.
Baca Juga: Menuju Agustus 2026, LRT Jakarta Rekrut Masinis Baru untuk Layanan Rute Velodrome–Manggarai
Pengembangan Aset Lahan dan Fasilitas Komersial
Selain periklanan, LRT Jakarta juga tengah mengembangkan pemanfaatan lahan depo di Pegangsaan Dua.
Area tersebut saat ini sudah difungsikan sebagai pusat pertanian perkotaan (urban farming).
Ke depan, perusahaan merencanakan pembangunan delapan lapangan padel berstandar internasional untuk membuka peluang bisnis di sektor olahraga.
Lahan-lahan lain yang belum dimanfaatkan juga sedang dipersiapkan untuk diolah bersama investor.
Pengelola membuka kemungkinan berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, fasilitas olahraga, hingga ruang komersial lainnya.
Optimisme pada Pembukaan Stasiun Manggarai 2026
Pembukaan Stasiun LRT Manggarai yang dijadwalkan pada Agustus 2026 diyakini akan menjadi momentum penting bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Editor : Lugas Rumpakaadi