RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome–Manggarai terus menunjukkan progres positif.
Proyek ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam meningkatkan konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Namun, integrasi yang akan terjadi antara LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai tidak dilakukan melalui peron yang sama seperti moda kereta lainnya.
Menurut Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, peron Stasiun Manggarai telah memiliki banyak jalur untuk layanan KRL dan kereta jarak jauh.
Kondisi tersebut membuat kecil kemungkinan bagi LRT Jakarta untuk berbagi peron yang sama.
Karena itu, integrasi yang dihadirkan nantinya bukan berupa masuknya kereta LRT ke peron Stasiun Manggarai, tetapi melalui jalur konektivitas khusus.
Konsep Integrasi Melalui Jalur Penghubung
Ramdani menjelaskan bahwa integrasi yang dimaksud dalam proyek ini adalah tersedianya akses langsung dari Stasiun LRT Manggarai menuju Stasiun Commuter Line Manggarai.
Pihak LRT Jakarta akan membangun jalur penghubung sehingga penumpang dapat berpindah moda transportasi dengan lebih mudah dan cepat.
Dengan adanya jalur konektivitas ini, pengguna LRT dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL tanpa harus keluar area stasiun.
Langkah ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas masyarakat di kawasan pusat aktivitas Jakarta.
Target Penyelesaian dan Perkiraan Waktu Tempuh
Proyek LRT Jakarta fase 1B Velodrome–Manggarai ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Setelah rute ini beroperasi, total lintasan dari Stasiun Pegangsaan Dua hingga Stasiun Manggarai akan mencapai 12,2 kilometer yang meliputi 11 stasiun.
Saat ini, LRT Jakarta fase 1A yang melayani rute Pegangsaan Dua–Velodrome memiliki panjang 5,8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 13 menit.
Untuk fase 1B, pihak proyek belum dapat memastikan durasi perjalanan karena uji coba infrastruktur belum dilakukan.
Namun, perkiraan waktu tempuh dari Pegangsaan Dua hingga Manggarai berada pada kisaran 27 hingga 30 menit.
Editor : Lugas Rumpakaadi