Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Inovasi Banyuwangi Masuk Finalis Kovablik 2025: Jagoan Tani dan I-Care Dipresentasikan Bupati Ipuk

Ali Sodiqin • Jumat, 28 November 2025 | 15:26 WIB

Dua Inovasi Banyuwangi Masuk Finalis Top Inovasi Terbaik Kovablik Jatim 2025.
Dua Inovasi Banyuwangi Masuk Finalis Top Inovasi Terbaik Kovablik Jatim 2025.

RADARBANYUWANGI.ID – Dua inovasi andalan Kabupaten Banyuwangi kembali menembus panggung kompetisi tingkat Jawa Timur.

Program Jagoan Tani dan I-Care resmi masuk sebagai finalis Top Inovasi Terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan langsung dua inovasi tersebut di hadapan dewan juri pada Kamis (27/11/2025).

Dilansir dari laman banyuwangikab.go.id, presentasi final tersebut menjadi tahap penilaian krusial sebelum ditetapkannya predikat Outstanding Public Service Innovation 2025.

Dewan juri yang hadir terdiri atas Guru Besar Fisipol Universitas Airlangga Prof. Dr. Jusuf Irianto, Kepala BRIDA Jatim Dr. Andriyanto, SH, M.Kes, serta praktisi media Hariatni Novitaari.

Baca Juga: Revisi UU ASN 2023 Dinilai Urgen: JPT Pratama Ditarik ke Pusat untuk Lindungi Karier PNS

Jagoan Tani: Cetak 4.000 Wirausaha Agribisnis Muda

Di hadapan para juri, Bupati Ipuk menjelaskan bahwa Jagoan Tani merupakan program inkubasi yang dirancang untuk mendorong anak-anak muda terjun ke dunia agribisnis.

Pesertanya adalah ratusan anak muda setiap tahun, yang telah merintis usaha dan ingin mengembangkan skala bisnisnya.

“Kami hadirkan mentor-mentor berpengalaman dari praktisi hingga akademisi untuk membantu scaling-up bisnis mereka. Kami juga hubungkan dengan perbankan, pelaku usaha, hingga stimulus modal,” jelas Ipuk.

Program ini telah melahirkan sekitar 4.000 wirausaha muda agribisnis, yang kini menjalankan usaha pertanian modern berbasis teknologi.

Popularitasnya meluas, bahkan beberapa daerah sudah datang ke Banyuwangi untuk belajar dan mengadopsi model inkubasi tersebut.

Jagoan Tani juga disebut sebagai salah satu program kewirausahaan daerah yang dinilai berhasil menciptakan regenerasi petani sekaligus mengubah wajah sektor agribisnis menjadi lebih inovatif.

Baca Juga: RSU Bhakti Husada Glenmore Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

I-Care: Percepat Penanganan Stroke, Turunkan Fatalitas Drastis

Selain Jagoan Tani, Bupati Ipuk juga memaparkan inovasi I-Care, yang digagas RSUD Blambangan.

Program ini berfokus pada percepatan rujukan pasien stroke agar dapat ditangani dalam golden period—empat setengah jam sejak serangan awal.

I-Care menggabungkan edukasi, teknologi aplikasi, dan sistem gotong royong masyarakat.

Layanan ini terintegrasi dalam SuperApps Smart Kampung, yang memudahkan masyarakat melakukan cek risiko stroke secara mandiri dan memanggil ambulans terdekat.

“Tujuannya mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Penanganan cepat di masa golden period dapat menurunkan risiko cacat permanen maupun kematian,” ujar Ipuk.

Hasilnya sangat signifikan. Pada 2024, jumlah pasien stroke yang datang pada masa golden period meningkat drastis.

Tingkat fatalitas pasien turun hingga 16,18 persen dari sebelumnya 82 persen. Bahkan 83,82 persen pasien berhasil kembali produktif dan bekerja seperti semula.

Kesuksesan tersebut membuat I-Care menjadi program percontohan nasional sejak 2023 dan meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) selama lima tahun berturut-turut (2021–2025).

I-Care juga meraih Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023.

Baca Juga: Heboh Anak Kambing Bermata Satu di Sempu Banyuwangi, Diduga Alami Kelainan Langka Cyclopia

Juri Apresiasi Banyuwangi

Usai paparan Bupati Ipuk, dewan juri memberikan penilaian positif dan apresiasi.

Guru Besar Unair, Prof. Jusuf Irianto, menilai bahwa Banyuwangi menunjukkan konsistensi dalam inovasi pelayanan publik.

“Saya sangat appreciate dengan inovasi I-Care. Ini memperkuat upaya kuratif sebagai salah satu fungsi rumah sakit,” kata Prof Jusuf.

Kompetisi Kovablik 2025 sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang menilai inovasi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Hasil final pemenang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Bupati Ipuk berharap capaian ini semakin memotivasi Banyuwangi untuk terus memperkuat ekosistem inovasi daerah.

“Kami ingin inovasi tidak hanya menjadi proyek, tetapi budaya kerja. Tujuannya sederhana: memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#finalis kovablik 2025 #i care #jagoan tani #Bupati Ipuk Fiestiandani #inovasi banyuwangi