Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rute Diubah, Investasi Rp 10 Triliun: Proyek Tol Malang–Kepanjen Bergeser demi Koneksikan Wisata Pantai Selatan

Ali Sodiqin • Selasa, 25 November 2025 | 16:10 WIB

Jalan Tol Malang-Kepanjen diharapkan dapat mengatasi permasalahan peningkatan lalu lintas di Kawasan timur Kota Malang.
Jalan Tol Malang-Kepanjen diharapkan dapat mengatasi permasalahan peningkatan lalu lintas di Kawasan timur Kota Malang.

RADARBANYUWANGI.ID - Upaya menghadirkan akses cepat dari Kota Malang menuju kawasan selatan kembali memasuki babak baru.

Proyek Jalan Tol Malang–Kepanjen, yang tercatat memiliki nilai investasi mencapai Rp 10,04 triliun di laman resmi SIMPUL KPBU Kementerian PUPR, kini mengalami perubahan rute signifikan.

Imbasnya, Pemerintah Kabupaten Malang harus melakukan ulang studi kelayakan (Feasibility Study/FS) sebelum proyek bisa melangkah ke tahap konstruksi.

Baca Juga: Jelang Nataru 2025, Ini Daftar Tarif Lengkap Tol Trans Sumatera dari Lampung hingga Sumut

Bupati Malang Muhammad Sanusi mengonfirmasi perubahan tersebut.

Menurutnya, jalur yang semula direncanakan melintas wilayah Pakisaji kini digeser ke bagian timur Kabupaten Malang, agar dapat terkoneksi langsung dengan Jalan Lintas Selatan (JLS)—akses menuju deretan 11 pantai wisata di pesisir Malang.

“Iya, ada perubahan rute dan sedang menunggu tim dari PUPR pusat turun untuk survei bersama dengan Pemkab Malang,” ujar Sanusi, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga: Marco Bezzecchi, Marquez Bersaudara, dan Pedro Acosta Diunggulkan Lorenzo untuk MotoGP 2026

Digeser ke Timur, Dekat Jaringan Wisata

Dalam konsep rute terbaru, jalan tol akan melintas dari:

“Itu melintas di timurnya Pabrik Gula Krebet, terus lurus ke Gondanglegi,” tambah Sanusi.

Perubahan ini secara strategis dirancang agar pintu keluar tol langsung terhubung ke akses menuju kawasan wisata pantai populer seperti Ngliyep, Modangan, Banyu Meneng, Kondang Merak, Tiga Warna, Balekambang, dan pantai lain di barisan selatan.

Baca Juga: Misteri 207 Ribu Ekstasi di Tol Trans-Sumatera: Polisi Bongkar Jaringan, Bareskrim Ambil Alih Penyidikan

Pemkab Diminta Ulangi FS

Dampak paling nyata dari pergeseran trase adalah keharusan penyusunan FS baru.

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar dan Kepala Dinas Bina Marga Khairul Isnadi Kusuma (Oong) bahkan telah menemui Ditjen Perencanaan & Pembiayaan Jalan Tol pada Kamis (13/11/2025).

Pemkab menerima arahan resmi untuk mengubah FS, karena seluruh aspek teknis dan ekonomi berubah mengikuti rute baru.

“Pak Bupati cukup jeli menangkap potensi wisata. Untuk mendatangkan wisatawan dari luar kota, akses harus dipermudah. Begitu turun dari tol, mereka langsung tersambung dengan jalan menuju pantai,” ujar Oong.

Baca Juga: BRI Peduli Rayakan Hari Guru Nasional 2025, Berikan Apresiasi dan Dukungan Nyata bagi Para Pendidik di Bogor

Data Resmi Proyek Tol Malang–Kepanjen versi SIMPUL KPBU

Berikut ringkasan data proyek sebagaimana tercatat di platform resmi SIMPUL KPBU Kementerian PUPR:

1. Nilai Investasi

2. Struktur Keuangan

3. Penanggung Jawab Proyek

4. Skema Kontrak

5. Deskripsi Proyek

6. Kelayakan Proyek

7. Data Teknis

8. Tahapan Proyek / Timeline

9. Kesiapan Proyek

Termasuk beberapa dokumen penting seperti:

10. Struktur Proyek

Harapan Baru bagi Wisata Malang Selatan

Dengan rute baru yang menukik ke timur, Pemerintah Kabupaten Malang berharap proyek tol ini bukan sekadar infrastruktur antarkota, tetapi menjadi pintu emas pariwisata pesisir selatan.

Jika pembahasan FS baru berjalan lancar, Malang dapat memiliki koridor wisata cepat yang menembus akses menuju pantai-pantai berkelas internasional.

Namun hingga seluruh data teknis dan kelayakan diperbarui, perjalanan proyek Rp 10 triliun ini masih membutuhkan waktu sebelum benar-benar memasuki tahap fisik di lapangan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #wisata pantai selatan #malang #tol kepanjen #rute bergeser