Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Kediri–Tulungagung Rp9,92 Triliun Segera Hadir: Pangkas Waktu Tempuh ke Bandara Dhoho hingga 1 Jam

Ali Sodiqin • Senin, 24 November 2025 | 02:14 WIB
Detail proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung.
Detail proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung.

RADARBANYUWANGI.ID - Satu lagi proyek infrastruktur strategis bakal menambah daftar jalan tol baru di Jawa Timur.

Jalan Tol Kediri–Tulungagung, dengan nilai investasi mencapai Rp9,92 triliun, segera hadir sebagai penghubung utama wilayah selatan provinsi dan memperkuat konektivitas kawasan yang dikenal sebagai salah satu daerah terkaya di Jawa Timur: Kota Kediri.

Proyek tol sepanjang 44,17 kilometer tersebut dirancang untuk menghubungkan Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung.

Keberadaannya diyakini mampu menjadi jalur vital yang mendukung aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, hingga pengembangan bandara baru di selatan Kediri.

Terhubung ke Bandara Dhoho, Hemat Waktu Hingga 1 Jam

Salah satu manfaat terbesar dari tol ini adalah pemangkasan waktu tempuh menuju Bandara Dhoho Kediri.

Tanpa tol, perjalanan dari Tulungagung maupun bagian selatan Kediri menuju bandara dapat memakan waktu lebih dari 2 jam.

Kehadiran Tol Kediri–Tulungagung diproyeksikan memangkas waktu perjalanan menjadi hanya 1 jam.

Efisiensi waktu ini diharapkan mendorong peningkatan frekuensi penerbangan, mobilitas bisnis, serta keterhubungan antar kota di selatan Jawa Timur dengan lebih efektif.

Penghubung Strategis: Trans Jawa – Pansela

Berdasarkan informasi resmi binamarga.pu.go.id, jalan tol bernilai Rp9,92 triliun ini tidak hanya berfungsi sebagai akses Kediri–Tulungagung.

Tol tersebut akan menjadi simpul konektivitas yang menghubungkan Jalan Tol Trans Jawa di utara dengan Jalan Pantai Selatan (Pansela) di selatan.

Dengan terhubungnya dua koridor besar tersebut, arus logistik Jawa Timur bagian selatan diprediksi semakin lancar.

Ruas ini juga dapat membuka peluang industri baru, mendukung distribusi hasil pertanian, dan memperkuat sektor pariwisata di wilayah Karesidenan Kediri.

Dibangun Sejak 2024, Ditargetkan Beroperasi 2025

Proyek ini mulai memasuki tahap konstruksi pada kuartal II 2024.

Pembangunan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik prioritas—mulai dari akses interchange, jembatan utama, hingga penyusunan trase yang terhubung langsung dengan Bandara Dhoho.

Mantan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Miftachul Munir, menyampaikan bahwa proyek ini direncanakan mulai beroperasi pada Kuartal III 2025.

“Jalan Tol Kediri–Tulungagung ini ditargetkan beroperasi pada Kuartal III 2025,” tegasnya.

Dukungan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Sebagai wilayah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Jawa Timur, Kediri dikenal sebagai salah satu daerah terkaya berkat kontribusi sektor industri, perdagangan, dan keberadaan perusahaan besar berskala nasional.

Karena itu, kehadiran Tol Kediri–Tulungagung menjadi momentum penting untuk membuka pusat ekonomi baru di sepanjang koridor selatan.

Tol ini diharapkan membawa multiplier effect berupa:

Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam meratakan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur.

Kehadirannya tak hanya menghadirkan jalur baru, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi, mobilitas, dan konektivitas yang lebih modern bagi masyarakat selatan Jawa Timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #Bandara Dhoho #kediri #proyek tol #tulungagung #jalan pantai selatan #pansela