RADARBANYUWANGI.ID - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian proyek-proyek jalan tol strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui aktivitas konstruksi yang dilakukan secara terencana, bertahap, dan terukur, perseroan melaporkan capaian positif hingga November 2025.
Beberapa ruas tol bahkan sudah rampung 100 persen. Dan sudah mulai dibuka untuk pengendara.
Baca Juga: Suku Bunga Rendah, KPP BTN Perkuat Akses Pembiayaan Properti di Banyuwangi
Ada juga ruas tol yang baru akan dibuka secara fungsional pada momen libur Nataru 2025 mendatang.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menekankan bahwa seluruh proyek yang dikerjakan memiliki misi besar dalam mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat konektivitas antarkota.
“Jasa Marga berkomitmen menyelesaikan proyek dengan mutu sesuai standar dan tepat waktu, mengelola risiko lebih baik, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, dan menjaga transparansi kepada pemangku kepentingan,” ujar Rivan dalam keterangan resmi, Minggu (9/11/2025).
Progres Tol Hingga November 2025: Beberapa Ruas Nyaris Tuntas
Dalam laporannya, Jasa Marga mencatat perkembangan signifikan di sejumlah ruas prioritas. Beberapa proyek bahkan mencapai progres mendekati 100 persen.
1. Tol Probolinggo–Banyuwangi
-
Segmen Gending–Kraksaan: 98,10%
-
Segmen Kraksaan–Paiton: 100% (tuntas)
-
Segmen Paiton–Besuki: 87,19%
2. Tol Yogyakarta–Bawen
-
Segmen Ambarawa–Bawen: 75,46%
3. Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo
-
Segmen Klaten–Purwomartani: 88,88%
4. Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
-
Segmen Bojongmangu–Sadang: 90,83%
5. Tol Akses Patimban
-
Tahap pembebasan lahan telah mencapai 91,09%.
Rivan menegaskan, percepatan pengerjaan di masing-masing ruas diharapkan menjadi katalis penting bagi peningkatan mobilitas antarkota dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Dampak Ekonomi: Mobilitas Lancar, Logistik Lebih Efisien
Jasa Marga menilai bahwa percepatan penyelesaian proyek-proyek jalan tol tidak hanya memberikan manfaat mobilitas, tetapi juga berdampak langsung pada:
-
Efisiensi biaya logistik bagi pelaku industri dan distribusi barang.
-
Percepatan waktu tempuh masyarakat, terutama di koridor Jawa dan Yogyakarta.
-
Penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan akses pasar dan kawasan industri.
“Setiap ruas yang selesai akan membuka peluang ekonomi baru dan mendorong produktivitas masyarakat,” ujar Rivan.
Komitmen ESG: Dari Energi Terbarukan hingga Layanan Kesehatan Gratis
Di luar pengembangan infrastruktur fisik, Jasa Marga terus memperkuat implementasi Environmental, Social & Governance (ESG) melalui berbagai program keberlanjutan.
Di antara program yang dijalankan:
1. Konservasi Lingkungan
-
Penanaman pohon di koridor jalan tol
-
Penggunaan Hybrid Wind Tree sebagai pembangkit EBT di proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi
2. Pemberdayaan UMK
-
Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil di sekitar wilayah proyek
-
Implementasi prinsip Creating Shared Value (CSV) melalui keterlibatan komunitas lokal
3. Layanan Sosial
-
Program Jasa Marga Medical Keliling (Jamedlink) memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar Tol Jogja–Bawen
-
Modernisasi pertanian di kawasan operasional Tol Jogja–Solo
Dengan program ini, Jasa Marga memastikan bahwa manfaat pembangunan jalan tol tidak hanya dirasakan dari sisi konektivitas, tetapi juga oleh masyarakat yang berada di sekitar proyek.
Baca Juga: UEFA Jatuhkan Hukuman Berat! Luis Diaz Diskors 3 Laga, Bayern Munich Terancam Krisis Winger
Arah Jasa Marga ke Depan: Proyek Berjalan, Transformasi Berkelanjutan Terus Didorong
Melalui progres yang dicapai hingga November 2025, Jasa Marga menegaskan kesiapannya menjalankan proyek-proyek strategis nasional dengan transparansi dan pengawasan ketat.
Perseroan berharap sinergi pemerintah, swasta, serta masyarakat dapat mempercepat penyelesaian seluruh ruas yang kini memasuki tahap akhir konstruksi.
“Fokus kami adalah menghadirkan infrastruktur modern, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Rivan. (*)
Editor : Ali Sodiqin