Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rute Kereta dari Banyuwangi Kian Padat, Keterlambatan Meningkat Akibat Single Track dan Lonjakan Armada

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 22 November 2025 | 11:15 WIB

Kereta api Probowangi rute Surabaya-Banyuwangi tiba di Stasiun Banyuwangi Kota pukul 12.35, Jumat (21/11).
Kereta api Probowangi rute Surabaya-Banyuwangi tiba di Stasiun Banyuwangi Kota pukul 12.35, Jumat (21/11).


RADARBANYUWANGI.ID
- Rute kereta api dari Banyuwangi keluar kota dalam lima tahun terakhir terus meningkat.

Beberapa kereta api kelas ekonomi maupun eksekutif seperti Ijen Ekspres, Blambangan Ekspres, dan Logawa yang ditarik hingga ke Banyuwangi semakin menambah padat jalur kereta api.

Belum lagi dengan pengoperasian kembali KA Mutiara Timur dan Wijaya Kusuma yang semuanya berangkat dari Banyuwangi sehingga semakin memperpadat jalur kereta api.

PT KAI Daop 9 Jember yang menjadi pengampu perkeretaapian di wilayah Banyuwangi hingga kini sudah melayani sekitar 10 kereta api.

Mulai dari dari KA Sritanjung, Probowangi, Wijaya Kusuma, Ranggajati, Mutiara Timur, Logawa, Pandalungan, Blambangan Ekspres, Pandalungan dan kereta api lokal, Pandanwangi.

Padatnya jalur itu akhirnya ikut berdampak pada jadwal kereta yang ada. Saat terjadi sedikit gangguan, maka akan langsung berpengaruh pada jadwal kereta.

Seperti yang terjadi pada Minggu (17/11). KA Logawa sempat mengalami keterlambatan hingga 30 menit dari jadwal.

"Sempat menunggu lebih lama, kalau dari jadwal terlambatnya sekitar 30 menit," ujar Putri, salah satu pengguna kereta dari Banyuwangi.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, ada beberapa keterlambatan yang disebabkan anjloknya kereta di Surabaya.

Ada pula yang terlambat karena berpapasan dengan kereta inspeksi jalur sehingga harus bergantian lewat.

"Tapi hanya sebagian kereta saja yang terdampak akibat  anjlok di Surabaya dan kereta inspeksi," kata Cahyo.

Kondisi jalur kereta api terutama di wilayah Daop 9 dan jalur pendukungnya masih merupakan jalur single track ikut menjadi faktor penyebab terganggunya waktu sejumlah  kereta.

Ditambah dengan terbatasnya stasiun persilangan yang biasanya digunakan kereta untuk berpapasan.

"Masalah ini tidak hanya di Daops 9, tapi juga Daop lainya," imbuhnya.

Ditambah lagi, jumlah kereta api yang beroperasi di Daop 9, termasuk yang berangkat dari Banyuwangi bisa dibilang cukup banyak.

Hal ini turut menambah faktor yang membuat semakin padatnya rute kereta api dari Banyuwangi.

Meski demikian, Cahyo berjanji pada saat high season bulan Desember nanti kondisi jadwal akan kembali normal.

"InsyaAllah Desember tidak ada keterlambatan lagi, kereta inspeksi akan kita close karena inspeksi jalur sudah selesai," pungkasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#single track elevated rail #Kereta Api #banyuwangi #KA terlambat