Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Profil Panjang PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) dan Rencana Kenaikan Tarif Tol Bakter 27 November 2025: Alasan, Regulasi, dan Respons Publik

Ali Sodiqin • Kamis, 20 November 2025 | 21:13 WIB

Tol Trans Sumatera.
Tol Trans Sumatera.

RADARBANYUWANGI.ID - PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), pengelola Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), kembali menjadi sorotan publik menyusul rencana pemberlakuan tarif baru pada 27 November 2025.

Keputusan ini ditetapkan melalui SK Menteri PU No. 1066/KPTS/M/2025 dan mengacu pada UU No. 2/2022 Pasal 48 yang mengamanatkan penyesuaian tarif tol setiap dua tahun.

Direktur Utama BTB, I Wayan Mandia, menegaskan bahwa penyesuaian tarif bukan kebijakan mendadak ataupun bersifat spekulatif, melainkan kewajiban regulatif untuk menjaga keberlanjutan layanan jalan tol.

“Penyesuaian tarif merupakan mandat Undang-Undang. Dua tahun sekali harus dilakukan penyesuaian,” ujar Mandia, Kamis (20/11).

Baca Juga: Harga Emas 24 Karat Melonjak: Antam, UBS, Galeri24 Kompak Naik, Pasar Bullish hingga Tips Investasi Emas untuk Pemula

Peningkatan Infrastruktur dan Layanan

Wayan Mandia menjelaskan bahwa tarif baru akan berdampak langsung pada optimalisasi infrastruktur.

Peningkatan yang telah dan sedang dilakukan mencakup:

Menurutnya, jalan tol tidak hanya menjadi jalur perjalanan, tetapi juga ruang layanan publik yang menuntut standar tinggi.

“Pendapatan dari tarif tol digunakan kembali untuk perawatan, perbaikan, dan peningkatan kualitas jalan,” tegasnya.

Baca Juga: Dalil Gugatan Nany Widjaja Dimentahkan Ahli UGM: Perjanjian Nominee Jawa Pos Sah dan Tidak Melanggar Hukum

Pendapat Pengamat Ekonomi

Pengamat Ekonomi UBL, Dr. Khairudin, menilai bahwa penyesuaian tarif tidak bisa dihindari karena menyangkut keberlanjutan investasi jangka panjang.

“Kenaikan tarif bisa diterima masyarakat kalau kualitas layanannya meningkat. Prinsipnya harus sepadan dengan manfaat yang diterima pengguna jalan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa konsistensi perawatan dan transparansi layanan akan menjadi kunci penerimaan publik.

BTB juga tetap menjalankan program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) seperti penanaman pohon, pelatihan masyarakat, serta kampanye keselamatan seperti anti-ODOL, pencegahan microsleep, hingga Operasi Simpatik.

Baca Juga: Libur Nataru, Jumlah Penumpang Kereta Api Meningkat Sejak Pembukaan Pemesanan

Respons Pengguna Tol: Ada yang Mendukung, Ada yang Khawatir

Rencana kenaikan tarif memunculkan reaksi beragam.

Teuku Zuljadin, sopir bus Sempati Star yang rutin melewati Ruas Bakter, mengaku tidak keberatan selama kualitas jalan ditingkatkan.

“Nggak papa. Asalkan jalannya diperbaiki. Masih ada yang berlubang dan tambalan nggak rata. Itu bahaya,” ujarnya.

Zuljadin mengaku melintasi tol ini hampir setiap pekan dalam trayek Aceh–Jakarta.

Bila tarif naik, ia memastikan harga tiket bus juga akan ikut menyesuaikan. Namun ia khawatir kenaikan tarif berdampak pada jumlah penumpang.

“Kekhawatiran pasti ada. Takutnya penumpang sepi,” terangnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa keamanan di tol Bakter cukup baik.

“Aman. Nggak ada lempar kaca atau bajing loncat. Cuma banyak perbaikan jalan jadi sering menyempit,” katanya.

Sementara itu, pengguna lainnya, Martin, menyatakan dukungan penuh terhadap penyesuaian tarif.

“Nggak masalah. Asal kualitas pelayanannya makin bagus. Semoga nggak ada lagi jalan rusak,” tuturnya.

Baca Juga: Liverpool Blunder! Kepergian Kelleher Ternyata Jadi Kesalahan Besar The Reds? Ini Analisis Mengejutkan Ben Foster

BTB: Komitmen Pelayanan Berkelanjutan

Melalui penyesuaian tarif ini, BTB menegaskan komitmennya menjaga kualitas Ruas Tol Bakter sebagai salah satu jalur strategis di Sumatera.

Dengan panjang ruas 140 kilometer, tol ini menjadi pintu gerbang utama bagi arus kendaraan dari Pelabuhan Bakauheni menuju pusat Lampung hingga Sumatera bagian tengah.

Mandia menegaskan bahwa keberlanjutan layanan tidak boleh bergantung pada kondisi ekonomi jangka pendek.

“Pengelolaan tol adalah investasi besar. Tarif harus mencerminkan kebutuhan perawatan dan pengembangan jangka panjang,” tutupnya.

Penetapan tarif baru 27 November 2025 menjadi momentum bagi BTB untuk menunjukkan bahwa peningkatan layanan berjalan seiring dengan konsekuensi tarif sesuai amanat undang-undang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tarif tol naik #27 november #tol bakter #BTB #Bakauheni Terbanggi Besar Toll