Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi Dilanjutkan: Lelang Ulang KPBU, Detail Desain, dan Proyeksi Exit Tol

Ali Sodiqin • Rabu, 19 November 2025 | 19:56 WIB
Map jalan nasional Gilimanuk-Mengwi. Jalan tol akan dibangun untuk menikngkatkan konektivitas di Bali Barat.
Map jalan nasional Gilimanuk-Mengwi. Jalan tol akan dibangun untuk menikngkatkan konektivitas di Bali Barat.

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pekerjaan Umum memastikan proyek strategis Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi kembali berjalan setelah sempat terhenti.

Proyek yang digadang-gadang menjadi tol terpanjang di Bali ini kembali masuk radar pemerintah, terutama setelah diputuskan dilakukan lelang ulang dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk mencari investor baru.

Dikutip dari Radar Bali, lelang ulang ini menjadi langkah penting setelah badan usaha sebelumnya memutuskan mundur.

Pemerintah menilai proyek ini memiliki urgensi ekonomi sekaligus strategis, terutama untuk memperlancar konektivitas dari ujung barat Bali menuju Denpasar dan memacu pengembangan kawasan pariwisata di Jembrana dan Buleleng.

Desain Teknis: Batas Kecepatan 80 Km/Jam dan Lajur Bertahap

Berdasarkan desain teknis terbaru, Tol Gilimanuk–Mengwi akan dibangun sepanjang 96,84 kilometer.

Jalan tol dirancang dengan kecepatan maksimal 80 km/jam, standar yang dinilai ideal mengingat kontur wilayah Bali Barat yang cukup bervariasi.

Tol ini akan memiliki:

Setiap lajur memiliki lebar 3,6 meter, ukuran yang dinilai memadai untuk lalu lintas kendaraan besar seperti truk logistik.

Baca Juga: Profil Lengkap Rafael Alun Trisambodo: Dari Pejabat Pajak, Kasus Gratifikasi dan TPPU, hingga Deretan Aset Triliunan yang Dirampas Negara

Sementara itu, bahu jalan selebar 3 meter disiapkan untuk kendaraan darurat. Pemerintah juga merancang median jalan selebar 5,5 meter untuk meningkatkan faktor keselamatan.

Dari sisi lahan, proyek ini membutuhkan total sekitar 300 hektare.

Namun hingga kini, lahan yang berhasil dibebaskan baru mencapai 44,6 hektare, sehingga pembebasan lahan masih menjadi tantangan utama.

Tiga Seksi, Investasi Rp 25,4 Triliun

Total investasi proyek diperkirakan mencapai Rp25,4 triliun, dan dibagi menjadi tiga seksi utama sesuai rencana pengembangan awal:

Seksi 1: Gilimanuk–Pekutatan

Seksi 2: Pekutatan–Antosari

Seksi 3: Antosari–Mengwi

Baca Juga: BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Rp5,2 Triliun untuk SSMS, Perkuat Industri Sawit Nasional

Setelah pintu keluar KM 96+161, akan dibangun jalan penghubung sepanjang 77 meter hingga menembus Jalan I Gusti Ngurah Rai, Mengwi.

Lokasi exit ini berada tidak jauh dari Pura Taman Ayun, menjadikannya akses strategis dari dan menuju pusat aktivitas Badung serta jalur wisata menuju Danau Batur dan Singaraja.

Pintu Masuk–Keluar Tol: Penghubung Utama dari Gilimanuk hingga Denpasar

Pintu Masuk

Pintu masuk tol dirancang berada dekat pelabuhan kargo Gilimanuk, pintu gerbang utama kendaraan logistik yang memasuki Bali dari Jawa.

Pintu Keluar

Pintu keluar berada di KM 96+161 Mengwi, menembus ke Jalan I Gusti Ngurah Rai. Dari titik ini, kendaraan dapat memilih:

Penempatan ini membuat tol ini diprediksi menjadi jalur favorit logistik sekaligus wisatawan.

Baca Juga: KPK Serahkan Aset Rp19,78 Miliar ke Kejagung, Rampasan Rafael Alun Resmi Jadi Barang Milik Negara

Enam Simpang Susun: Titik Akses Baru di Sepanjang Tol

Tol Gilimanuk–Mengwi akan diperkuat dengan enam simpang susun (interchange) yang menjadi akses keluar-masuk kendaraan sekaligus membuka ruang tumbuhnya pusat ekonomi baru di sepanjang jalur.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. Simpang Susun Cekik – STA 800
    Terletak 800 meter dari pintu masuk Gilimanuk.
  2. Simpang Susun Banyubiru – KM 22+700
  3. Simpang Susun Negara – STA 32+100
  4. Simpang Susun Pekutatan – STA 54+500
  5. Simpang Susun Antosari – KM 76+132
  6. Simpang Susun Wanasari – KM 89+225

Kehadiran simpang susun ini tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di berbagai kecamatan yang dilewati.

Proyek Prioritas 2026 dan Skema Baru Lelang KPBU

Tol Gilimanuk–Mengwi masuk dalam daftar 19 proyek jalan tol baru yang akan dilelang pada tahun 2026.

Pemerintah melihat potensi besar pada ruas Pekutatan–Soka–Mengwi yang dianggap lebih prospektif dari sisi trafik.

Baca Juga: Ranking FIFA Indonesia Turun: Digusur Suriname yang Melonjak Usai Menang Telak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Karena itu, fokus lelang ulang saat ini ditujukan ke ruas:

Pekutatan – Soka – Mengwi (43,2 km)

Segmen ini akan sepenuhnya ditawarkan kepada investor melalui skema KPBU.

Sementara itu, ruas Gilimanuk–Pekutatan akan mendapatkan dukungan pembiayaan pemerintah, mengingat ruas tersebut dinilai kurang diminati perbankan akibat prediksi trafik yang rendah.

Langkah lelang ulang ini diharapkan menarik investor yang lebih siap, sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai target pembangunan.

Diharapkan Tekan Waktu Tempuh Bali Barat–Denpasar

Jika seluruh konstruksi selesai, Tol Gilimanuk–Mengwi diproyeksikan memangkas drastis waktu tempuh dari Gilimanuk menuju Denpasar yang saat ini bisa mencapai 3–4 jam di jalan arteri.

Tol ini juga akan menjadi tulang punggung distribusi logistik dari Jawa ke Bali, sekaligus membuka wajah baru pariwisata Jembrana dan Buleleng.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan harus dilanjutkan karena tol ini akan menjadi fondasi baru konektivitas Bali dalam 20–30 tahun mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalan tol #Tol Gilimanuk Mengwi #jembrana #denpasar #Rancangan #buleleng #desain #kpbu #Lelang Ulang #exit tol