Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PLTB Berkekuatan 200 MW Segera Dibangun di Banyuwangi: Gandeng Perusahaan Energi Jerman, Bakal Beroperasi 2028 Mendatang

Sigit Hariyadi • Selasa, 18 November 2025 | 12:05 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani menerima miniatur turbin angin dari Managing Director Asia Pasific wpd Energy Hans Christoph Brumberg usai menggelar pertemuan di kantor Pemkab Banyuwangi.
Bupati Ipuk Fiestiandani menerima miniatur turbin angin dari Managing Director Asia Pasific wpd Energy Hans Christoph Brumberg usai menggelar pertemuan di kantor Pemkab Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi segera memiliki pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).

Tidak tanggung-tanggung, pembangkit listrik yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT), tepatnya tenaga angin tersebut bakal memiliki kapasitas 200 megawatt (MW).

Pembangunan PLTB di kabupaten The Sunrise of Java selaras dengan program pemerintah RI.

Pemerintah pusat tengah menggencarkan program pembangunan pembangkit listrik EBT sebagai upaya kemandirian energi dan target net zero emission.

Rencananya, pembangunan PLTB tersebut dilakukan oleh perusahaan energi asal Jerman, yakni “wpd Energy”. PLTB tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada 2028 mendatang.

“PLTB merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara. PLTB di Banyuwangi mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. PLTB ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani kemarin (17/11).

Sebelumnya Bupati Ipuk telah bertemu dengan perwakilan perusahaan energi Jerman, wpd Energy.

Pada pertemuan tersebut, pihak wpd Energy diwakili Managing Director Asia Pasific Hans Christoph Brumberg.

Pada pertemuan di kantor Pemkab Banyuwangi tersebut, Hans Christoph memaparkan rencana pembangunan PLTB.

“Perusahaan kami telah berpengalaman di bidang energi angin di Jerman selama puluhan tahun. Kami melihat potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Oleh karena itu, kami datang ke Indonesia untuk menemukan beberapa lokasi dan kami pilih Banyuwangi” katanya.

Hans mengatakan, Banyuwangi dipilih melalui pertimbangan yang matang. Salah satunya karena Banyuwangi memenuhi kriteria yang diperlukan.

 “Indonesia adalah negara besar, memiliki banyak sumber daya surya. Tetapi untuk angin, kami perlu mencari dengan sangat hati-hati. Di Banyuwangi kami menemukan lokasi potensial yang sangat menarik dan atraktif, dekat pantai dan di kaki pegunungan,” ungkapnya.

PLTB yang segera dibangun tersebut akan memproduksi listrik hingga 200 MW dengan dukungan 25-30 turbin angin.

“Sekarang kami sedang melakukan bagian realisasi proyek tahap awal. Salah satunya melakukan pengukuran untuk memverifikasi potensi sumber daya angin,” imbuhnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuwangi Partana menambahkan, PLTB Banyuwangi telah direncanakan melalui tahapan terstruktur sejak tahun 2024 hingga 2028.

Kegiatan dimulai dengan persiapan proyek, pengumpulan data angin, serta asesmen lokasi.

“Sepanjang 2024–2025 difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif,” katanya.

Pada tahun 2026–2027 fokus kegiatan dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur PLTB.

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028 dan akan mencapai tanggal operasi komersial/commerical operating date (COD),” ujar Partana.

Untuk diketahui, commercial operation date (COD) adalah momen ketika seluruh tahapan pengujian teknis (commissioning) telah selesai dilakukan dan pembangkit dinyatakan layak secara teknis serta siap beroperasi sesuai dengan standar dan spesifikasi yang disepakati. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pltb #pembangkit listrik tenaga bayu #banyuwangi