RADARBANYUWANGI.ID - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Jenderal (Purn.) TNI Wiranto.
Sang istri tercinta, Hj. Rugaiya Usman, wafat pada Minggu (16/11/2025) pukul 15.55 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Bandung.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Wiranto di rumah duka, Kompleks PATI-AD Bambu Apus, Jakarta Timur.
Dengan suara bergetar, Wiranto mengenang perjuangan panjang sang istri menghadapi sakitnya.
Baca Juga: Operasi Zebra 2025 Resmi Dimulai, 11 Pelanggaran Ini Jadi Target Utama Tilang!
“Beberapa waktu terakhir, Ibu dirawat di RSPAD. Kondisinya sempat membaik, kami putuskan pulang. Pengobatan lalu dilanjutkan ke Bandung, tapi Allah berkehendak lain,” ujarnya.
Seorang petugas keamanan RS Melinda, Mamat, membenarkan almarhumah sempat dirawat sekitar lima hari sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
“Tadi sore meninggal dunia,” ujarnya.
Jenazah Rugaiya dijadwalkan diberangkatkan ke Solo melalui Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin pagi (17/11), untuk dimakamkan di Delingan, Solo.
Baca Juga: Tangis Wiranto di Samping Peti Istri: Baru Rayakan 50 Tahun Pernikahan, Rugaiya Usman Berpulang
Sosok Lembut, Rendah Hati, dan Penuh Pengabdian
Kepergian Rugaiya Usman meninggalkan luka bagi banyak orang—tak hanya keluarga, tetapi juga masyarakat Gorontalo yang mengenal ketulusannya.
Ia dikenang sebagai pribadi hangat dan aktif membantu sesama, terutama melalui kegiatan sosial dan kunjungan kemanusiaan di Gorontalo dan Manado.
“Beliau teladan ketulusan,” ujar seorang kerabat.
Rugaiya bukan hanya sosok istri pejabat. Ia juga pelaku pembangunan sosial di tanah kelahirannya.
Ia menjadi pemilik Sekolah Wirabhakti Gorontalo serta Komisaris Utama PT Gorontalo Wisata Mandiri, pengelola Grand Q Hotel Gorontalo.
Jejak pengabdiannya terus melekat di hati masyarakat.
Baca Juga: Hafal Surat Al-Kahfi Dapat 10 Liter Pertamax! Program Unik SPBU Pakansari Bogor Jadi Sorotan Warga
Perjalanan Cinta Hampir Setengah Abad
Kisah cinta Rugaiya dan Wiranto bermula ketika Rugaiya masih berusia 15 tahun, duduk di bangku SMA.
Aktif mengikuti berbagai kegiatan—gerak jalan, baca puisi, menyanyi di radio, hingga pemilihan ratu—Rugaiya remaja dikenal berbakat dan penuh semangat.
Di salah satu ajang pemilihan ratu itu, takdir mempertemukan mereka.
Wiranto, yang kala itu menggantikan temannya sebagai juri, terpikat oleh kecerdasan dan pesona Rugaiya.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Ledek Media: Jurnalis Sekarang Mingkem, Ekonomi Malah Tambah Lemah!
Interaksi sederhana itu menjadi awal hubungan panjang yang penuh dukungan dan kebersamaan.
Mereka menikah pada 22 Februari 1975 dan dikaruniai tiga anak. Selama puluhan tahun, keduanya dikenal harmonis dan saling menopang.
Rugaiya menjadi figur penting yang menguatkan Wiranto dalam berbagai fase kariernya—dari perwira muda, Panglima TNI, Menteri Pertahanan dan Keamanan, hingga Menko Polhukam.
Di balik hiruk-pikuk perjalanan panjang itu, Rugaiya tetap hadir sebagai pendamping setia, menjaga rumah tangga, sekaligus aktif dalam kegiatan sosial.
Warisan Keteladanan yang Tak Akan Padam
Kini, di usia pengabdian yang panjang, Rugaiya Usman berpulang dengan meninggalkan warisan ketulusan, keteguhan, dan cinta yang mengakar kuat di hati keluarga dan masyarakat.
Wiranto menerima takdir ini dengan penuh keikhlasan.
Kisah cinta mereka yang hampir setengah abad kini berhenti di dunia, tetapi jejak kebaikan Rugaiya akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.
Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. (*)
Editor : Ali Sodiqin