RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan kesiapannya untuk melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperpanjang rute Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan optimisme perusahaan terhadap rencana tersebut.
Menurutnya, pengoperasian Whoosh hingga kini berjalan baik dengan tingkat okupansi penumpang yang terus meningkat.
Hal ini menjadi dasar keyakinan bahwa ekspansi rute ke wilayah timur Pulau Jawa dapat terealisasi.
“Tidak ada masalah dengan pengoperasian kereta cepat ini karena tingkat okupansinya juga naik terus. Presiden mengindikasikan agar kita ekspansi ke Surabaya, bahkan ke Banyuwangi, dan kami siap melaksanakannya,” ujar Bobby di Beijing, Rabu (13/11/2025), dikutip Antara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi modern seperti Kereta Cepat Whoosh tidak boleh berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan dari proyek ini jauh lebih besar dibandingkan dengan beban finansial yang harus ditanggung pemerintah.
Presiden juga menegaskan kesiapannya untuk memikul tanggung jawab penuh atas keberlangsungan proyek strategis nasional tersebut, termasuk dalam hal penyelesaian beban utang.
Bobby menambahkan bahwa keberadaan Whoosh menjadi simbol kemajuan teknologi transportasi Indonesia.
Ia menyoroti bahwa bahkan beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa Timur, belum memiliki moda transportasi cepat seperti yang dimiliki Indonesia saat ini.
“Alhamdulillah, kita punya kereta cepat. Ini menjadi kebanggaan bangsa dan menunjukkan kemampuan kita bersaing secara global,” tuturnya.
Secara operasional, KCIC telah menunjukkan kinerja positif dengan rata-rata 20–30 ribu penumpang per hari.
Hingga Oktober 2025, total penumpang Whoosh mencapai lebih dari 5,1 juta orang, meningkat 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sejak beroperasi secara komersial pada Oktober 2023, layanan ini telah melayani lebih dari 12,2 juta penumpang.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proses restrukturisasi utang proyek KCIC masih terus berlangsung.
Negosiasi dilakukan oleh tim gabungan antara pemerintah Indonesia dan Danantara dengan pihak pemerintah China serta China Development Bank (CDB) selaku pemberi pinjaman utama.
Total investasi proyek KCIC mencapai sekitar 7,27 miliar dolar AS atau Rp120,38 triliun, dengan sekitar 75 persen di antaranya berasal dari pinjaman CDB.
Restrukturisasi difokuskan pada penyesuaian tenor, suku bunga, dan mata uang pinjaman agar keberlanjutan finansial proyek tetap terjaga.
Meski margin keuntungan masih tergolong tipis akibat biaya operasional dan pemeliharaan yang tinggi, KAI optimistis kinerja finansial akan semakin membaik seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna.
Pemerintah kini tengah mengkaji kelanjutan proyek perluasan jalur kereta cepat menuju Surabaya hingga Banyuwangi.
Editor : Lugas Rumpakaadi