RADARBANYUWANGI.ID - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi mulai memperketat pemeriksaan keselamatan kapal di lintasan Pelabuhan Tanjungwangi–Ketapang.
Hingga saat ini, sebanyak 23 kapal yang beroperasi di dua pelabuhan tersebut telah melalui uji petik atau ramp check.
23 Kapal tersebut terdiri dari 17 kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, dua kapal perintis yang beroperasi di lintasan Tanjungwangi-Sapeken, dan empat kapal Long Distance Ferry (LDF) yang beroperasi di lintasan Tanjungwangi-Gili Mas.
Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungwangi Widodo mengatakan, uji petik dilakukan untuk memastikan seluruh kapal penyeberangan benar-benar siap melayani lonjakan penumpang selama musim libur panjang akhir tahun.
“Dari total 54 kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, baru 17 kapal yang selesai diperiksa. Kami menargetkan seluruh proses ramp check selesai pada 20 November, lebih cepat dari jadwal semula, yaitu sebelum 12 Desember,” kata Widodo.
Dia menambahkan, dari total kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk, 44 kapal berada di bawah pengawasan KSOP Tanjungwangi.
Sementara 10 kapal lainnya ditangani KSOP Gilimanuk. Selain kapal penyeberangan, pihaknya juga memeriksa dua kapal perintis serta empat kapal milik PT ALP yang melayani trayek Tanjungwangi–Gili Mas, Lombok.
"Masih banyak yang belum diperiksa, kita lakukan seoptimal mungkin agar kapal kondisi baik saat digunakan pada musim Nataru nanti," imbuhnya.
Widodo menjelaskan, proses uji petik dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel).
Pemeriksaan mencakup berbagai aspek, mulai dari sertifikat kelaikan kapal, sistem kelistrikan, navigasi, bahan bakar, kondisi dek dan lambung kapal, hingga perlengkapan keselamatan seperti pelampung penolong (life jacket) dan sekoci penyelamat.
“Setiap kapal membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam untuk pemeriksaan lengkap. Kami periksa semua aspek, tidak hanya dokumen, tetapi juga kondisi teknis di lapangan,” ujarnya.
Pasca insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya beberapa waktu lalu, Widodo menyebut proses ramp check dilakukan lebih ketat dari sebelumnya.
Meski seluruh tahapan sudah sesuai prosedur standar (SOP), kali ini tim memastikan setiap item benar-benar terpenuhi sebelum kapal dinyatakan layak beroperasi.
“Pemeriksaan kali ini lebih detail. Kami cari kapal yang sedang off supaya pengecekan bisa maksimal. Kalau kapal sedang operasi, waktunya terbatas,” tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin