RADARBANYUWANGI.ID - Deretan Kapal Angkatan Laut (KAL) milik Lanal Banyuwangi Senin (10/11) berjejer di perairan Selat Bali.
Di tengah peringatan Hari Pahlawan, Selat Bali menjadi salah satu titik sakral tempat penaburan bunga untuk mengenang mereka yang gugur di sana.
Sebelum tabur bunga dimulai, upacara dilakukan di atas KAL Sembulungan dipimpin oleh Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso.
Dalam upacara tersebut, tampak Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, serta perwakilan veteran dan sejumlah pejabat lainnya.
Setelah upacara, seluruh peserta kemudian mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
Terutama mereka yang gugur di Selat Bali, termasuk kru KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tugas pada tahun 2021 lalu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelarungan karangan bunga sebagai penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan, dan ditutup dengan tabur bunga di laut.
“Selat Bali menjadi salah satu lokasi yang strategis. Dulu aksi pendaratan pahlawan menuju Bali yang melalui Selat Bali. banyak juga yang gugur di sini, termasuk KRI Nanggala yang gugur dalam tugas. Mereka menjalani eternal patrol dan kita doakan semua yang gugur di sini," kata Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso.
Dia menambahkan, Selat Bali memiliki nilai historis karena menjadi jalur strategis perjuangan pahlawan masa lalu.
Tabur bunga yang digelar di tempat itu menurutnya tak hanya bagi para pahlawan yang gugur di sana, tapi seluruh pahlawan yang berjuang untuk Banyuwangi.
"Kegiatan ini juga menjadi refleksi bagi seluruh generasi untuk meneladani semangat pengorbanan para pahlawan. Nilai-nilai kepahlawanan itu harus terus kita jaga dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa,” imbuhnya.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengajak masyarakat meneladani perjuangan para pahlawan dengan mempraktikkan dalam bentuk kerja nyata.
Bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan melalui penguatan potensi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki Banyuwangi, baik kekayaan alam, budaya, seni, maupun sumber daya manusianya,” ujarnya.
Mujiono berharap semangat kepahlawanan terus hidup dalam setiap langkah pembangunan daerah. “Tujuannya satu, agar Banyuwangi menjadi daerah yang sejahtera, masyarakatnya makmur, serta penuh keberkahan,” pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin