Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bobibos, Energi Hijau Buatan Indonesia yang Siap Saingi Pertamax

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 6 November 2025 | 19:00 WIB
Bobibos, bahan bakar nabati hasil riset 10 tahun.
Bobibos, bahan bakar nabati hasil riset 10 tahun.

RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah langkah besar dalam dunia energi nasional kembali lahir dari tangan anak muda Indonesia.

Setelah melalui riset selama satu dekade, Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, resmi diperkenalkan sebagai bahan bakar nabati ramah lingkungan yang digadang mampu mengurangi emisi hingga mendekati nol.

Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, mengungkapkan bahwa pengembangan bahan bakar ini merupakan hasil riset mandiri berbasis tanaman lokal yang tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, bangsa ini memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian energi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri. Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, kami berhasil menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujar Ikhlas dalam acara peluncuran Bobibos di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, Minggu (2/11/2025).

Bobibos hadir dalam dua varian, yakni bensin dan solar, yang dihasilkan dari tanaman yang mudah tumbuh di lahan sawah maupun tegalan.

Dengan bahan baku yang melimpah dan mudah diperbaharui, inovasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Ikhlas menekankan pentingnya integrasi antara sektor pertanian dan energi.

Menurutnya, sawah tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga dapat berperan sebagai sumber energi hijau.

Konsep ini membuka peluang baru bagi petani untuk berpartisipasi dalam pengembangan energi terbarukan.

Hasil uji laboratorium menunjukkan, Bobibos memiliki Research Octane Number (RON) mendekati 98, setara bahkan melampaui standar bahan bakar premium seperti Pertamax.

Dengan angka oktan tinggi, Bobibos mampu menghasilkan performa mesin yang lebih halus, efisien, serta mengurangi risiko knocking atau detonasi pada kendaraan.

Selain itu, daya jelajah kendaraan yang menggunakan Bobibos diklaim lebih panjang dibanding bahan bakar konvensional.

Artinya, satu liter Bobibos dapat menempuh jarak lebih jauh, memberikan efisiensi ekonomi sekaligus menghemat konsumsi energi nasional.

Inovasi Bobibos mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.

Anggota DPR RI, Mulyadi, menilai langkah ini sebagai wujud nyata transformasi bangsa menuju kedaulatan energi nasional.

“Dulu kita berjuang menolak kenaikan harga BBM, kini saatnya kita melahirkan solusi. Indonesia harus berani bertransformasi dari konsumen menjadi produsen energi terbarukan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha transportasi nasional.

Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa Perdanaraya Utama, menyatakan kesiapannya menggunakan Bobibos sebagai bahan bakar armada bus miliknya.

Ia yakin, Bobibos akan menjadi simbol kebangkitan industri energi lokal.

Meski potensinya besar, praktisi migas Hadi Ismoyo mengingatkan bahwa Bobibos perlu melalui tahapan uji lebih mendalam sebelum dipasarkan secara luas.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga riset energi dan BUMN migas untuk memastikan keamanan, performa, dan kompatibilitas bahan bakar terhadap berbagai jenis kendaraan.

Menurut Hadi, keterbukaan hasil uji laboratorium menjadi kunci agar produk dapat diterima secara akademik dan industri.

Ia juga menyarankan adanya kerja sama dengan Pertamina, BRIN, serta penguatan perlindungan paten bagi para inovator.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#bahan bakar nabati #Bobibos #energi ramah lingkungan