RADARBANYUWANGI.ID - Kabar besar datang dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Dalam waktu dekat, daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Santri ini akan memiliki bandar udara baru yang sekaligus difungsikan sebagai pusat latihan militer internasional pertama di Indonesia.
Proyek berskala nasional ini disebut sebagai program strategis pertahanan dan pembangunan ekonomi daerah.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok Tajam 5 November 2025! Dolar AS Menggila, Antam Turun Rp26 Ribu per Gram
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, menegaskan bahwa kehadiran bandara tersebut akan menjadi tonggak kemajuan baru bagi Situbondo.
“Situbondo akan punya bandara. Meskipun bandara militer, tapi nantinya bisa digunakan juga untuk kepentingan swasta atau sipil,” ujar Mas Rio, Rabu (5/11/2025).
Lebih lanjut, Mas Rio mengungkapkan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek militer, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor investasi, pariwisata, dan tenaga kerja lokal.
“Kita juga akan punya pusat latihan militer internasional yang akan digunakan oleh tiga matra TNI — Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Ini berkah besar untuk Situbondo,” tegasnya.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa pembangunan kawasan latihan terpadu ini akan dilakukan di lahan seluas lebih dari 340 hektare di wilayah timur Situbondo.
Lokasi itu membentang dari area pelabuhan hingga ke kawasan bandara yang akan direncanakan.
“Rencananya akan dibangun daerah latihan terintegrasi tiga matra. Ada lebih dari 43 fasilitas instalasi yang akan disiapkan,” kata Mayjen Rudy dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Surabaya.
Menurutnya, fasilitas yang akan dibangun mencakup area latihan darat, laut, dan udara, lengkap dengan pusat komando terpadu dan sarana logistik pendukung.
Baca Juga: Ibu di Banyuwangi Kubur Bayi Sendiri Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Motif Mengejutkan!
Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pelatihan militer internasional paling representatif di Asia Tenggara.
Mayjen Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Terima kasih kepada Mas Rio dan seluruh jajaran. Banyak daerah lain yang kami tinjau, mulai Lampung hingga Kaltara, tapi yang terpilih adalah Situbondo. Ini kehormatan besar,” ujarnya.
Dengan pembangunan bandara dan kawasan latihan terpadu ini, Situbondo diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Jawa Timur, sekaligus memperkuat posisi strategisnya dalam sistem pertahanan nasional Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang militer, tapi juga masa depan Situbondo. Kita ingin daerah ini maju, sejahtera, dan dikenal dunia,” tutup Mas Rio optimistis. (*)
Editor : Ali Sodiqin