Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Era Mas Rio, Situbondo Siap Terbang Tinggi: Dari UMKM hingga Rencana Bandara Militer Pertama di Indonesia

Ali Sodiqin • Rabu, 5 November 2025 | 17:17 WIB
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Alun-alun Situbondo, beberapa waktu lalu.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Alun-alun Situbondo, beberapa waktu lalu.

RADARBANYUWANGI.ID - Di bawah kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kabupaten Situbondo benar-benar menunjukkan wajah baru.

Setelah sukses menghidupkan geliat UMKM di Kota Santri, kini pemerintah kabupaten ini melangkah lebih berani dengan rencana pembangunan bandara militer pertama di Indonesia.

Langkah besar ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi menjadi simbol naik kelasnya Situbondo dalam percaturan nasional—dari jalur darat hingga ke langit pertahanan.

Baca Juga: Hari Pahlawan 10 November 2025 Bukan Tanggal Merah, Ini Penjelasan Pemerintah

Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, kehadiran bandara militer di Situbondo akan memperkuat posisi strategis wilayah tapal kuda Jawa Timur dalam mendukung sistem pertahanan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Bandara ini bukan hanya untuk pertahanan, tapi juga akan membuka akses logistik, perdagangan, dan investasi. Situbondo harus jadi bagian dari arus besar pembangunan nasional,” ujar Rio seperti dikutip dari akun TikTok @sibon25jam.

Baca Juga: Emas di Kaleng Biskuit

Dari Konsultan Politik ke Kepala Daerah Inovatif

Rio, sapaan akrab bupati kelahiran Situbondo 30 Maret 1984 ini, dikenal luas sebagai sosok muda dengan visi progresif.

Sebelum terjun ke politik, ia adalah konsultan politik dan pengusaha. Lulusan FISIP Universitas Jember ini juga pernah menjabat sebagai Ketua BEM FISIP dan Ketua BEM Universitas Jember.

Menang di Pilkada 2024 bersama Wakil Bupati Ulfiyah dengan perolehan 51,75 persen suara, pasangan ini kini dikenal dengan slogan “Situbondo Naik Kelas.”

Visi itu diterjemahkan dalam sederet gebrakan konkret, mulai dari digitalisasi layanan publik, pengendalian inflasi daerah, hingga kemitraan dengan Ombudsman RI untuk memperbaiki tata kelola birokrasi.

“Saya selalu bilang, era ini bukan lagi eranya janji, tapi kerja nyata. Kita ingin Situbondo menjadi kabupaten yang kompetitif, berdaya saing, dan mandiri,” tegas Rio, dilansir dari laman situbondokab.go.id.

Baca Juga: BRI Luncurkan Pengusaha Muda BRILiaN 2025 di Hari Sumpah Pemuda, Dorong UMKM Naik Kelas

Lompatan Besar: Dari Rel ke Langit

Sebelum proyek bandara militer diwujudkan, Pemkab Situbondo berusaha mengaktifkan kembali jalur rel kereta api Situbondo–Bondowoso-Jember, yang mangkrak puluhan tahun.

Setelah itu, proyek bandara militer diyakini akan menjadi lompatan terbesar sejak Situbondo berdiri.

Dengan posisi geografis di pesisir utara Jawa Timur, Situbondo dinilai ideal untuk mendukung operasi militer udara sekaligus menjadi titik penghubung baru dalam sistem transportasi nasional.

“Kalau rel adalah simbol konektivitas darat, maka bandara ini adalah simbol konektivitas langit,” kata Rio sambil tersenyum.

Baca Juga: Desta Jadi Dono di Warkop DKI Reborn 5, Indro: Akhirnya Ketemu yang Pas!

Situbondo Naik Kelas, Indonesia Naik Martabat

Di tengah berbagai krisis global, langkah berani Pemkab Situbondo ini menjadi sorotan banyak pihak.

Bahkan Bank Indonesia Jember memberi penghargaan kepada Pemkab Situbondo sebagai Mitra Strategis Terbaik 2025 karena sukses menjaga stabilitas ekonomi dan digitalisasi daerah.

Dengan sederet inovasi yang telah dijalankan, Situbondo kini bukan lagi kabupaten pinggiran, melainkan poros baru pertumbuhan dan pertahanan nasional di bawah kendali tangan dingin Yusuf Rio Wahyu Prayogo. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Yusuf Rio Wahyu Prayogo #situbondo #Mas Rio #bandara militer #tapal kuda