RADARBANYUWANGI.ID – Pembangunan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Tol Probowangi) terus menunjukkan progres.
Namun, kelanjutan proyek menuju Banyuwangi kini masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah sedang mengkaji dua alternatif jalur: melalui wilayah utara Situbondo atau melewati Jember.
Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur, Nazib Faisal, menjelaskan bahwa dua opsi jalur tersebut masih dianalisis secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, efisiensi, hingga dampak sosial dan lingkungan.
“Untuk kelanjutan ke Banyuwangi memang masih dalam proses perencanaan, karena ada ide mau lewat utara atau lewat Jember. Jadi tunggu nanti,” ujar Nazib saat mendampingi Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi, Jumat (1/10).
Tol Probowangi merupakan bagian akhir dari jaringan Tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan kawasan barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Infrastruktur ini diharapkan dapat mempercepat arus logistik, memperlancar mobilitas wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda.
Baca Juga: Cek Beda Harga Beli-Jual Emas Hari Ini 1 November 2025 dan Prediksi Tren ke Depan
Proyek tol sepanjang 175 kilometer ini membentang dari Probolinggo–Situbondo hingga Banyuwangi.
Saat ini, tahap pertama yang menghubungkan Gending–Besuki sepanjang 49,68 kilometer masih dalam proses pembangunan.
Nazib menegaskan, publik diminta bersabar menunggu keputusan final terkait jalur yang akan dipilih pemerintah.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp 2,6 Juta per Gram! Ini Beda Harga Beli dan Jual yang Bikin Investor Waspada
“Kita tunggu nanti kalau sudah clear. Begitu sudah ada kepastian, akan disampaikan ke publik,” katanya.
Jika tuntas, Tol Probowangi akan menjadi ruas terakhir Trans-Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Banyuwangi, dan menjadi simbol konektivitas penuh di Pulau Jawa. Proyek ini ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2025. (*)
Editor : Ali Sodiqin