Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berikut Isi Tuntutan Demo Buruh Jabodetabek di JCC Senayan Jakarta, Hindari Sejumlah Titik Rawan Macet Ini

Ali Sodiqin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:50 WIB

Ajakan aksi demo buruh di DKI Jakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Ajakan aksi demo buruh di DKI Jakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Ribuan buruh dari wilayah Jabodetabek dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (30/10/2025).

Sedikitnya 5.000 massa akan mulai berkumpul sejak pukul 10.30 WIB, untuk menyuarakan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja.

Imbauan Hindari Sejumlah Titik Rawan Macet

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat menghindari beberapa ruas jalan yang diprediksi padat imbas aksi tersebut.

Baca Juga: Profil Lengkap dan Perjalanan Karier Deddy Corbuzier, dari Mentalis Legendaris hingga Raja YouTube Indonesia

Titik-titik yang disarankan untuk dihindari antara lain:

  1. Jalan Gatot Subroto

  2. Jalan Gerbang Pemuda

  3. Kawasan JCC Senayan menuju DPR RI

Aksi yang dikoordinasikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh ini rencananya akan berlangsung secara damai dan tertib.

Tuntutan Utama: Tolak Upah Murah dan Hapus Outsourcing

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional buruh di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Ribuan Buruh dan Guru Madrasah Turun ke Jalan di Jakarta, Jalan Macet Parah, Tuntutan Upah dan PPPK Menggema

Melalui akun resmi @kspi_citu dan @partaiburuh, Iqbal menyampaikan bahwa demo dilakukan serentak di berbagai daerah dengan tema “Tolak Upah Murah dan Hapus Outsourcing.”

“Kami menuntut kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen dan mendesak pemerintah mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru, terpisah dari UU Cipta Kerja,” tulis akun KSPI.

Enam Tuntutan Besar Buruh

Dalam aksi kali ini, KSPI dan Partai Buruh membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:

Baca Juga: Bupati Ipuk Ajak Muslimat NU Jadi Agen Perubahan, Sinergi untuk Banyuwangi Lebih Sejahtera!

  1. Cabut PP No. 35 Tahun 2021 tentang Pekerja Alih Daya.

  2. Sahkan RUU Ketenagakerjaan yang lebih melindungi buruh.

  3. Stop PHK massal dan bentuk Satgas PHK nasional.

  4. Reformasi pajak perburuhan, meliputi:

    • Naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan.

    • Hapus pajak pesangon, THR, dan JHT.

    • Hapus diskriminasi pajak terhadap pekerja perempuan menikah.

  5. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.

  6. Revisi RUU Pemilu 2029 agar sistem pemilu lebih transparan dan demokratis.

Baca Juga: Kemenag Banyuwangi Larang Guru Madrasah Ikut Aksi Demo Hari Ini 30 Oktober 2025

Lanjutan Gerakan Sejak Agustus 2025

Aksi buruh kali ini merupakan kelanjutan dari rangkaian protes sejak Agustus 2025, di mana tuntutan serupa telah disuarakan di berbagai kota besar.

Gerakan tersebut menjadi simbol solidaritas nasional pekerja Indonesia dalam memperjuangkan kesejahteraan yang lebih adil dan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada rakyat.

Baca Juga: 280 Pelajar Banyuwangi Resmi Jadi Duta Kamtibmas 2025, Polisi Ungkap Misi Besar di Baliknya!

Pesan Damai dari KSPI dan Partai Buruh

Pihak KSPI menegaskan bahwa seluruh aksi akan dilakukan secara damai, konstitusional, dan tanpa kekerasan.

Said Iqbal meminta para peserta untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.

“Kami menolak segala bentuk anarkisme. Aksi ini murni untuk menyuarakan aspirasi buruh demi kehidupan yang lebih sejahtera,” tegasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#partai buruh #aksi buruh #said iqbal #30 oktober #tuntut kenaikan upah #jabodetabek #jakarta #demo buruh #kspi #Upah minimum 2026 #Hapus Outsourcing #jcc senayan