Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Demo Buruh Kepung JCC Senayan! Tuntut Kenaikan Upah 2025 dan Hapus Outsourcing, KSPI Ancam Mogok Nasional

Ali Sodiqin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:35 WIB
ILUSTRASI demo buruh menuntut kenaikan upah dan hapus Outsourcing.
ILUSTRASI demo buruh menuntut kenaikan upah dan hapus Outsourcing.

RADARBANYUWANGI.ID - Ribuan buruh dari berbagai wilayah memadati kawasan Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (30/11/2025).

Mereka menuntut kenaikan upah minimum tahun 2025 serta mendesak pemerintah meninjau ulang berbagai kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada pekerja.

Aksi besar ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digalang Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh, mengusung tema “Kesejahteraan Pekerja, Harga Mati.”

Fokus Aksi di JCC Sebelum Turun ke DPR

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelaskan aksi dimulai pukul 10.30 WIB di JCC Senayan.

Kegiatan difokuskan pada konsolidasi massa dan pendalaman isu strategis sebelum melakukan aksi terbuka.

“Kami memilih JCC agar fokus pada konsolidasi. Anggota harus memahami arah perjuangan organisasi sebelum turun ke jalan,” ujar Said dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, aksi lanjutan di Gedung DPR RI atau Istana Presiden akan digelar setelah konsolidasi selesai.

“Itu bagian dari strategi organisasi dan aspirasi anggota,” tambahnya.

Demo Serentak di 20 Kota Besar

Tidak hanya di Jakarta, aksi serupa juga berlangsung di 20 kota besar termasuk Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Batam, dan Manado.

Buruh dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Karawang turut bergabung sejak pagi.

Empat Tuntutan Utama KSPI dan Partai Buruh

Dalam aksi di JCC Senayan, KSPI dan Partai Buruh membawa empat tuntutan utama:

  1. HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah).
  2. Kenaikan Upah Minimum 2025 sebesar 8,5–10,5 persen.
  3. Pencabutan PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pekerja Alih Daya.
  4. Pengesahan UU Ketenagakerjaan baru sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi.

Said menegaskan seluruh aksi berjalan damai dan konstitusional.

“Kami melarang tindakan anarkis atau perusakan fasilitas publik. Aksi ini murni perjuangan buruh,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika tuntutan tidak dipenuhi, KSPI siap menggelar Mogok Nasional dengan melibatkan 5 juta buruh di 38 provinsi, 300 kabupaten/kota, dan lebih dari 5.000 perusahaan di seluruh Indonesia.

Dampak Lalu Lintas dan Pengamanan Ketat

Korlantas Polri mengimbau warga Jakarta menghindari kawasan sekitar JCC Senayan karena potensi kemacetan sejak pagi.

Massa dijadwalkan melakukan long march menuju Gedung DPR RI sekitar pukul 10.30 WIB.

Kemacetan diprediksi terjadi di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda, dengan pengalihan arus menuju akses utama DPR/MPR RI.

Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 1.597 personel untuk mengamankan aksi buruh serta demo guru di kawasan Monas yang digelar secara bersamaan.

Gelombang Tekanan di Penghujung Tahun

Aksi besar buruh di penghujung November ini menandai meningkatnya tekanan terhadap pemerintah dalam isu kesejahteraan pekerja.

Tuntutan kenaikan upah minimum dan penghapusan outsourcing menjadi simbol perjuangan buruh Indonesia menuju kehidupan yang lebih layak.

“Kesejahteraan pekerja adalah harga mati,” tutup Said Iqbal di hadapan ribuan massa yang memenuhi halaman JCC Senayan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#partai buruh #said iqbal #tolak upah murah #Demo Jakarta hari ini #buruh demo #tuntut kenaikan upah #demo buruh #kspi #30 oktober 2025 #Hapus Outsourcing #Mogok Nasional #jcc senayan