RADARBANYUWANGI.ID - Aktivitas seismik di Indonesia kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 20 gempa bumi terjadi hanya dalam satu hari, Selasa (28/10/2025).
Sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur menjadi episentrum utama, mulai dari Papua, Sulawesi, hingga Maluku.
Berdasarkan data realtime BMKG, gempa pertama terdeteksi pada pukul 05.42 WIB di wilayah Maluku dengan kekuatan M 2,9, sedangkan gempa terakhir tercatat pukul 12.36 WIB di pesisir utara Papua Barat dengan kekuatan M 3,6.
Berikut beberapa data penting gempa terbaru:
-
Papua Barat: M3,6 dan M3,6 pada kedalaman 10–67 km
-
Sumatra: M4,0 dan M3,5 di kedalaman 25–188 km
-
Sumbawa & Lombok: M2,4–M2,8 di kedalaman dangkal 5–12 km
-
Maluku & Banda Sea: M4,2–M4,4 di kedalaman 22–120 km
-
Jawa Barat: M3,7 di kedalaman 18 km
Meski intensitas gempa terbilang tinggi, BMKG memastikan tidak ada satu pun gempa yang berpotensi tsunami.
“Seluruh gempa berada pada skala rendah hingga menengah dan sebagian besar berpusat di laut,” terang laporan resmi BMKG di laman bmkg.go.id
Berikut daftar 20 gempa terakhir di Indonesia (update BMKG, 28 Oktober 2025):
-
12:36:50 WIB – Magnitudo 3,6 – Kedalaman 10 km – Near North Coast of West Papua
-
12:35:09 WIB – Magnitudo 2,2 – Kedalaman 74 km – Minahassa Peninsula, Sulawesi
-
12:23:06 WIB – Magnitudo 2,8 – Kedalaman 12 km – Sumbawa Region
-
12:00:37 WIB – Magnitudo 4,0 – Kedalaman 25 km – Northern Sumatra
-
11:54:14 WIB – Magnitudo 3,6 – Kedalaman 67 km – West Papua
-
11:41:11 WIB – Magnitudo 2,4 – Kedalaman 10 km – Sumbawa Region
-
11:12:59 WIB – Magnitudo 3,5 – Kedalaman 11 km – Southwest of Sumatra
-
10:25:54 WIB – Magnitudo 3,3 – Kedalaman 188 km – Southern Sumatra
-
10:13:02 WIB – Magnitudo 2,7 – Kedalaman 23 km – Minahassa Peninsula, Sulawesi
-
09:06:45 WIB – Magnitudo 3,3 – Kedalaman 34 km – Timor Region
-
08:52:31 WIB – Magnitudo 3,1 – Kedalaman 16 km – Halmahera Region
-
08:39:19 WIB – Magnitudo 4,2 – Kedalaman 22 km – Southwest of Maluku Sea
-
08:14:47 WIB – Magnitudo 2,9 – Kedalaman 9 km – Bali Sea
-
07:59:33 WIB – Magnitudo 3,5 – Kedalaman 48 km – North Sulawesi
-
07:34:20 WIB – Magnitudo 4,4 – Kedalaman 120 km – Banda Sea
-
07:12:08 WIB – Magnitudo 3,2 – Kedalaman 13 km – East Nusa Tenggara
-
06:45:54 WIB – Magnitudo 2,8 – Kedalaman 5 km – Lombok Region
-
06:21:17 WIB – Magnitudo 3,7 – Kedalaman 18 km – West Java Offshore
-
05:59:22 WIB – Magnitudo 4,0 – Kedalaman 40 km – Central Sulawesi
-
05:42:00 WIB – Magnitudo 2,9 – Kedalaman 7 km – Maluku Region
Dari pantauan tersebut, wilayah timur Indonesia menunjukkan frekuensi gempa yang lebih dominan dibanding kawasan barat.
Aktivitas ini dinilai masih wajar karena Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang rawan guncangan tektonik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di pesisir selatan Jawa dan wilayah timur Indonesia.
“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap siaga dan memperhatikan informasi resmi BMKG,” tulis keterangan lembaga itu.
Dengan 20 gempa tercatat hanya dalam kurun waktu kurang dari delapan jam, BMKG menilai hari ini sebagai salah satu periode seismik aktif di bulan Oktober 2025. (*)
Editor : Ali Sodiqin