RADARBANYUWANGI.ID - Banyak warga Jember bertanya-tanya mengapa wilayahnya tidak dilalui proyek strategis nasional Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi).
Padahal, jalur tersebut menjadi infrastruktur vital yang akan menghubungkan kawasan timur Pulau Jawa.
Jawabannya, Jember memang tidak masuk dalam koridor utama rute tol Probowangi.
Jalur tol yang sedang digarap pemerintah pusat melalui PT PP tersebut dirancang menghubungkan Kraksaan (Probolinggo) hingga Ketapang (Banyuwangi), tanpa melewati Jember secara langsung.
Kendala Geografis Gumitir
Salah satu alasan utama adalah faktor geografis jalur Gumitir, akses darat utama antara Jember dan Banyuwangi.
Kontur wilayah yang bergunung dan berkelok tidak memungkinkan untuk dijadikan jalur tol.
Karenanya, proyek tol difokuskan pada koridor pantai utara yang relatif lebih landai dan strategis untuk arus logistik nasional.
“Rute utama memang tidak melalui Jember, karena fokusnya pada jalur utara Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi,” terang salah satu pejabat proyek di lapangan.
Progres Pembangunan Sudah Signifikan
Proyek tol Probowangi kini menunjukkan perkembangan signifikan. Untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, ruas tolnya bahkan ditargetkan rampung pada Juli tahun ini.
Sementara di Situbondo dan Banyuwangi, pengerjaan terus dikebut agar keseluruhan tol bisa tersambung penuh dalam waktu dekat.
“Tol ini akan menjadi tulang punggung transportasi Jawa Timur bagian timur,” ujar pihak PT PP dalam unggahan resmi di media sosialnya, Rabu (4/6/2025).
Dampak Ekonomi untuk Tapal Kuda
Meski tidak dilewati, Jember tetap akan merasakan dampak ekonomi positif dari beroperasinya tol Probowangi.
Wilayah Tapal Kuda—terdiri atas Bondowoso, Jember, dan Lumajang—diproyeksikan mendapat manfaat besar dari peningkatan konektivitas dan distribusi logistik.
“Tol Probowangi diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda,” tulis akun resmi PT PP.
Akses ke sejumlah wilayah akan semakin mudah, terutama untuk pengiriman hasil pertanian, industri kecil, dan wisata.
Mobilitas warga Jember menuju Banyuwangi maupun Surabaya pun akan semakin lancar dengan koneksi jalan nasional yang terintegrasi dengan akses tol.
Jember Tetap Dapat Imbas Positif
Dengan rampungnya tol Probowangi nanti, Jember diyakini akan tetap “kebanjiran manfaat”.
Aktivitas logistik akan meningkat, arus barang dan jasa lebih cepat, serta peluang investasi di sektor pendukung transportasi akan terbuka lebar.
“Meski tidak dilewati langsung, Jember akan ikut tumbuh karena jalur konektivitasnya terhubung dengan tol baru,” ujar salah satu pejabat Pemprov Jatim.
Proyek Probowangi menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak selalu harus melintas langsung di wilayah tertentu untuk memberi dampak besar.
Jalur tol Probowangi memang tak melintasi Jember, tetapi denyut ekonominya tetap akan ikut bergerak.
Dari pertanian, perdagangan, hingga pariwisata, semua akan tersambung dalam satu kata: kemajuan. (*)
Editor : Ali Sodiqin