RADARBANYUWANGI.ID - Setelah lama dinanti, proyek strategis nasional Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) akhirnya resmi beroperasi sebagian.
Kehadiran tol ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas wilayah timur Jawa Timur, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.
Empat gerbang tol di wilayah Kabupaten Probolinggo kini resmi dibuka untuk umum. Momen ini disambut antusias warga dan pengguna jalan yang selama ini harus menempuh jalur pantura dengan tingkat kepadatan tinggi.
Baca Juga: CPNS 2026 Resmi Dibuka? Ini 5 Formasi Primadona yang Paling Diminati Calon ASN
Pembukaan tol ditandai dengan diresmikannya empat gerbang utama, yakni Gerbang Tol Tongas, Probolinggo Barat, Probolinggo Timur, dan Gending. Keempatnya kini menjadi akses vital bagi arus kendaraan logistik maupun pribadi.
Gerbang Tol Tongas menjadi pintu utama dari arah Pasuruan menuju Probolinggo, menghubungkan langsung jalur Trans Jawa.
Sedangkan Gerbang Tol Probolinggo Barat dan Timur memperlancar arus menuju kawasan industri, pelabuhan, dan area permukiman.
Adapun Gerbang Tol Gending menjadi titik akhir sementara, sebelum proyek dilanjutkan ke arah Besuki dan Banyuwangi.
Dengan beroperasinya keempat gerbang tol ini, perjalanan dari Pasuruan ke Probolinggo kini dapat ditempuh kurang dari satu jam—lebih cepat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai dua jam.
“Sekarang dari Pasuruan ke Probolinggo lebih cepat, nggak sampai satu jam. Jalan juga lebih nyaman,” ujar Arifin, salah satu pengguna jalan yang mencoba tol baru tersebut, Sabtu (18/10/2025).
Meski begitu, pembangunan Tol Probowangi belum rampung sepenuhnya. Hingga kini, proyek baru mencapai Kecamatan Gending.
Pemerintah menargetkan penyelesaian penuh agar Tol Probowangi tersambung hingga Banyuwangi, sehingga jalur Trans Jawa benar-benar terkoneksi dari barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Warga berharap tahap lanjutan segera diselesaikan agar manfaat tol semakin luas. “Kalau sampai Banyuwangi nanti, pasti pariwisata dan ekonomi di timur Jawa makin maju,” tutur warga lainnya.
Tol Probowangi sendiri merupakan bagian dari proyek besar Trans Jawa yang menghubungkan jalur darat dari Merak hingga Banyuwangi.
Selain mempercepat arus barang dan jasa, keberadaan tol ini diharapkan membuka peluang investasi baru, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan tapal kuda.
Bagi masyarakat lokal, manfaat langsung dari tol ini terasa nyata: waktu tempuh lebih singkat, biaya perjalanan efisien, dan mobilitas antarwilayah meningkat.
Dengan begitu, Tol Probowangi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan motor penggerak ekonomi baru bagi Jawa Timur bagian timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin