Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Peringatkan Cuaca Panas Ekstrem! Hindari Aktivitas di Luar Pukul 10.00–16.00 WIB hingga Awal November!

Ali Sodiqin • Senin, 20 Oktober 2025 | 15:05 WIB
ILUSTRASI cuaca panas menyengat Jakarta.
ILUSTRASI cuaca panas menyengat Jakarta.

RADARBANYUWANGI.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca panas ekstrem yang masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, cuaca panas ekstrem ini bisa berdampak langsung pada kesehatan manusia, terutama bila beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, terutama pada saat suhu mencapai puncaknya,” ujar Guswanto dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).

Panas Ekstrem Masih Berlanjut

Menurut BMKG, cuaca panas saat ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Sumatra bagian selatan, dan Nusa Tenggara.

Kondisi ini membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa terhalang, sehingga suhu udara meningkat tajam hingga menyentuh 35–38 derajat Celsius di beberapa daerah.

BMKG memperkirakan fenomena panas ekstrem ini akan mulai mereda menjelang musim hujan yang diprediksi masuk pada awal November 2025.

Baca Juga: Daftar 9 Tol Baru Siap Beroperasi 2026, Ada Tol Probowangi! Kementerian PU Siapkan Lelang 19 Tol Baru

Tips dari BMKG: Lindungi Diri dari Teriknya Cuaca

Untuk menjaga kesehatan selama periode panas ekstrem, BMKG memberikan beberapa imbauan penting:

  1. Gunakan pelindung diri, seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya saat beraktivitas di luar.

  2. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

  3. Hindari aktivitas berat di bawah sinar matahari langsung, terutama pukul 10.00–16.00 WIB.

  4. Gunakan pakaian longgar dan berwarna terang agar panas tidak mudah terserap.

  5. Cari tempat teduh atau ruangan ber-AC jika harus berada di luar ruangan dalam waktu lama.

“Kami juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh cuaca panas ekstrem ini, karena bisa menyebabkan heat stroke atau kelelahan akibat panas,” tambah Guswanto.

Waspadai Dampak Kesehatan dan Lingkungan

BMKG menegaskan bahwa suhu tinggi berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan.

Selain itu, cuaca kering dan panas juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah yang rentan.

“Pemerintah daerah diimbau untuk tetap siaga terhadap potensi kebakaran lahan dan kekeringan yang bisa muncul akibat suhu tinggi ini,” jelas Guswanto.

BMKG Pantau Perubahan Musim

BMKG memastikan terus melakukan pemantauan suhu udara dan kelembapan di seluruh wilayah Indonesia secara real-time. Data tersebut digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat bila suhu ekstrem berpotensi berlanjut.

Masyarakat juga diimbau untuk rutin memantau informasi resmi BMKG melalui situs web dan media sosial agar tidak termakan hoaks cuaca.

Dengan meningkatnya suhu hingga hampir 40°C di beberapa daerah, disiplin dalam menjaga diri menjadi kunci.

BMKG mengingatkan, cuaca panas ekstrem ini masih akan menemani masyarakat hingga awal November 2025 — jadi tetap waspada dan lindungi diri dari paparan panas berlebih. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#prediksi cuaca #Cuaca Panas #panas ekstrem #bmkg #sinar matahari #perbanyak minum air putih #cuaca ekstrem #suhu panas