RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap rencana besar pemerintah dalam membiayai pembangunan 50 proyek jalan tol yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) era Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, proyek-proyek tersebut akan ditawarkan kepada pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“PSN ya pelan-pelan kita bereskan. Tapi mungkin tol akan kita dorong ke KPBU, kerja sama badan usaha dengan pemerintah,” ujar Dody saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan pendanaan kreatif agar proyek tidak sepenuhnya bergantung pada APBN.
Skema serupa nantinya juga akan diterapkan untuk proyek bendungan nasional.
“Ya semaksimalnya akan ditawarkan ke swasta. Mayoritas nanti tidak cuma tol, bendungan juga sama,” tambahnya.
Prabowo Tetapkan PSN Baru Lewat Permenko Nomor 16 Tahun 2025
Pemerintahan Presiden Prabowo resmi menetapkan daftar PSN terbaru melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Khusus untuk sektor konektivitas, terdapat 50 proyek strategis yang mencakup pembangunan jaringan jalan bebas hambatan di Tol Trans Sumatra (JTTS) hingga Tol Trans Jawa.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan review ulang terhadap proyek-proyek tersebut.
“Sedang review, memang lama prosesnya. Getaci kita nunggu alokasi anggaran untuk review,” ungkap Rachman di Kompleks Parlemen RI, Kamis (10/7/2025).
Tol Getaci Dipangkas, Demi Tingkatkan Minat Investor
Salah satu proyek yang tengah direvisi adalah Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), yang sebelumnya digadang-gadang menjadi tol terpanjang di Indonesia.
Rachman menyebutkan, pada tahap awal Tol Getaci hanya akan dibangun sampai Tasikmalaya, bukan hingga Ciamis seperti rencana semula. Langkah ini diambil agar proyek lebih menarik bagi investor.
Baca Juga: Tanggal 22 Oktober Hari Apa?
Tol Getaci terdiri dari empat seksi:
-
Junction Gedebage – Garut Utara (45,20 km)
-
Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km)
-
Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km)
-
Patimuan – Cilacap (34,35 km)
Dengan pemangkasan tersebut, tahap awal hanya mencakup sekitar 95,52 kilometer.
Gilimanuk–Mengwi, Calon Tol Terpanjang di Bali
Selain Getaci, proyek lain yang jadi sorotan adalah Tol Gilimanuk–Mengwi, yang akan menjadi tol terpanjang di Pulau Bali jika terealisasi.
Tol ini akan melintasi 3 kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa, dengan total panjang 96,8 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi:
-
Seksi 1: Gilimanuk – Pekutatan (53,6 km)
-
Seksi 2: Pekutatan – Soka (24,3 km)
-
Seksi 3: Soka – Mengwi (18,9 km)
Proyek ini diharapkan mempercepat arus logistik dan wisata di Pulau Dewata, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Denpasar–Gilimanuk.
Baca Juga: Bansos 2025 Tahap 4 Sudah Cair? Cek Status Anda di Portal Kemensos Sekarang
Pemerintah Dorong Kolaborasi Swasta
Kementerian PU memastikan bahwa pendekatan KPBU menjadi strategi utama pembiayaan infrastruktur era Prabowo.
Dengan menggandeng badan usaha, pemerintah berharap pembangunan jalan tol dan bendungan bisa lebih cepat rampung tanpa membebani anggaran negara.
Langkah ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat konektivitas nasional dari Sumatra hingga Bali. (*)
Editor : Ali Sodiqin