RADARBANYUWANGI.ID – Wujud Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) kini mulai terlihat jelas di berbagai titik.
Bentangan jalan tol yang menembus perbukitan hijau dan area persawahan memperlihatkan kemegahan proyek strategis nasional yang akan menjadi penghubung utama wilayah ujung timur Pulau Jawa.
Tol Probowangi Mulai Tersambung, Pemandangan Menakjubkan
Proyek yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini kini telah menunjukkan bentuk fisik yang nyata.
Dari sejumlah foto dan video terbaru yang dibagikan, tampak jalur tol membelah hamparan sawah luas di kawasan Probolinggo hingga Situbondo.
Selain melintasi area perbukitan, tol ini juga memiliki sejumlah simpang susun (interchange) yang didesain modern.
Salah satunya adalah Simpang Susun Besuki, yang baru-baru ini menjadi sorotan karena keindahan panoramanya.
Simpang Susun Besuki Jadi Ikon Baru
Dari udara, Besuki Interchange tampak menawan dengan pemandangan gunung dan hamparan persawahan di kanan kiri jalur tol.
Struktur beton megah berpadu dengan lanskap hijau alami, menciptakan kontras visual yang indah dan khas Jawa Timur.
Meski belum rampung sepenuhnya, bentuk konstruksinya kini sudah terlihat jelas dan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.
“Pemandangannya luar biasa. Tolnya menembus perbukitan, tapi tetap serasi dengan alam sekitar,” ujar salah satu warga yang melintas di sekitar proyek.
Progres Capai 80 Persen, Rampung Akhir 2025
Menurut data terakhir, progres pembangunan Tol Probowangi tahap I (Probolinggo–Besuki) telah melampaui 80 persen.
Pihak pelaksana menargetkan ruas tersebut selesai pada akhir tahun 2025, sementara keseluruhan tol hingga Banyuwangi ditargetkan rampung pada awal 2026.
Jika sesuai rencana, tol ini akan menjadi penutup jaringan Jalan Tol Trans Jawa, menghubungkan ujung barat hingga timur Pulau Jawa.
Diharapkan Jadi Jalur Indah dan Efisien
Dengan desain yang menonjolkan pemandangan alam terbuka, Jalan Tol Probowangi tak hanya akan memangkas waktu tempuh Probolinggo–Banyuwangi dari 5 jam menjadi sekitar 2 jam, tapi juga menjadi jalur wisata baru karena panorama indah di sepanjang lintasan.
Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, tol ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Timur bagian timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin