RADARBANYUWANGI.ID – Bagi sebagian orang, angka pencairan tunjangan mungkin sekadar data keuangan.
Namun bagi para guru di penjuru negeri, kabar cairnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan ketiga 2025 adalah napas baru setelah penantian panjang.
Sejak awal Oktober, berbagai daerah di Indonesia mulai menyalurkan dana TPG langsung ke rekening penerima.
Di Jawa Timur misalnya, beberapa guru mengaku lega bisa menggunakan dana tersebut untuk melunasi kebutuhan keluarga dan keperluan sekolah.
Namun, di balik senyum itu, masih banyak guru di daerah lain yang menunggu kepastian. Sebagian wilayah masih dalam proses validasi data karena adanya perbedaan sistem antara Info GTK dan dinas pendidikan daerah.
Tahun ini pemerintah memang melakukan perubahan besar dalam sistem pencairan. Mekanisme baru yang mengalirkan dana langsung ke rekening guru dinilai lebih transparan dan efisien. Tapi perubahan itu juga menuntut kesiapan data dan koordinasi lintas lembaga.
“Dulu kami sering menunggu lama karena administrasi yang rumit. Sekarang lebih cepat, asalkan datanya sudah valid,” ujar salah satu guru di Banyuwangi yang telah menerima pencairan pada minggu kedua Oktober.
Meski belum seragam di semua daerah, kebijakan baru ini dianggap sebagai langkah maju dalam memperbaiki kesejahteraan tenaga pendidik.
Pemerintah berharap, dengan tersalurnya TPG tepat waktu, guru dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas belajar-mengajar.
Bagi para pendidik, TPG bukan sekadar tambahan penghasilan. Di balik angka yang mereka terima, ada makna penghargaan atas dedikasi panjang di ruang-ruang kelas yang tak selalu mendapat sorotan publik. (*)
Editor : Ali Sodiqin