RADARBANYUWANGI.ID - Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) diperkirakan bisa selesai lebih cepat dari jadwal semula.
Tol ini akan menghubungkan tiga kabupaten sekaligus, yakni Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat dan arus logistik di timur Pulau Jawa.
Menurut laporan Jasamarga, beberapa ruas tol Probowangi sudah mencapai 100 persen pengerjaannya, sementara ruas lainnya telah menembus lebih dari 80 persen.
Kondisi ini membuat estimasi penyelesaian tol lebih cepat, bahkan sebelum target semula.
Baca Juga: Viral di Probolinggo! Video Dugaan 'Serobot' Lahan Tol Probowangi, Warga Protes Patok Digeser
Nantinya, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Banyuwangi ke Probolinggo dari 6 jam menjadi hanya 3 jam, atau separuh durasi perjalanan saat ini.
Meski saat ini tol Probowangi baru sampai di wilayah Situbondo bagian barat, tepatnya Suboh, percepatan konstruksi menjanjikan akses yang lebih cepat begitu tol tersambung sepenuhnya ke Banyuwangi.
Dengan selesainya tol ini, diharapkan tidak hanya mengurangi waktu perjalanan, tetapi juga meningkatkan konektivitas ekonomi, pariwisata, dan distribusi barang antar-kabupaten di Jawa Timur bagian timur.
Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) terus digenjot.
Kabar baiknya, ruas Gending–Besuki dipastikan bisa digunakan secara fungsional untuk memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, meski operasional penuh baru tahun depan.
Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, menegaskan, “Besuki saat Nataru kami upayakan bisa digunakan meski masih fungsional. Operasional penuh tetap menunggu tahapan penyelesaian.”
Tol Probowangi dibangun dalam dua tahap dengan total tujuh seksi. Tahap pertama dari Gending hingga Besuki sepanjang 49,68 km ditargetkan operasional penuh pada triwulan III 2026.
Tahap kedua membentang dari Besuki hingga Ketapang, Banyuwangi sepanjang 126,10 km, masih dalam proses desain dan penganggaran di BPJT.
Jika rampung, tol ini akan membentang 175,46 km dari Probolinggo hingga Banyuwangi. (*)
Editor : Ali Sodiqin